1
1

Samir Salurkan Pembiayaan Rp7,8 Triliun untuk UMKM 

Ilustrasi pengusaha UMKM (Dok/Pindar SAMIR)
Media Asuransi, BOGOR – Memasuki usia yang ketujuh tahun pada 9 September 2026, PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) berhasil menyalurkan total pembiayaan secara kumulatif sebesar lebih dari Rp7,8 triliun kepada sebanyak 5,3 juta akun peminjam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Adapun dari total pembiayaan yang disalurkan tersebut, rata-rata digunakan untuk kebutuhan pembiayaan produktif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM).
Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan bahwa perjalanan Samir dari tahun ke tahun terus dijaga kestabilannya dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan menjalankan keberlangsungan
bisnis usahanya dengan patuh pada regulasi sehingga setiap pertumbuhan penyaluran
pembiayaan yang berlangsung setiap tahunnya selalu disertai dengan kualitas dari pembiayaan itu sendiri.
” Hal ini dapat terlihat dari rasio kredit macet atau TWP90 Samir yang di kisaran 2 persen atau masih berada di bawah capaian rata-rata industri yang saat ini berada di angka 5 persen,” kata Handy di The Michael Resort, Bogor, Sabtu, 11 September 2026.
Lebih lanjut Handy mengungkapkan, secara portofolio sekitar 63 persen kredit yang disalurkan Samir merupakan peminjaman kembali dan 37 persen lainnya merupakan peminjaman baru dari masyarakat atau UMKM.
Menurut Handy, Selama tujuh tahun berdiri, Samir selalu berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan bisnis UMKM yang tidak lagi berfokus di Pulau Jawa melainkan sudah semakin ekspansif di luar Pulau Jawa.
Secara portofolio, kontribusi penyaluran pembiayaan kumulatif Samir yang tertinggi di luar Pulau Jawa adalah Sumatra sebesar 16 persen, kemudian berikutnya yang cukup merata dari Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, dan semakin berimbang antara Papua dan Maluku yang sama-sama sudah menembus angka1 persen lebih.
“Gambaran peningkatan dan pemerataan di luar Pulau Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur semakin menunjukkan komitmen Samir untuk mendukung pemerataan ekonomi nasional dan menciptakan inklusi keuangan semakin realistis. Hadirnya Samir, bukan sekadar
platform yang memberikan pembiayaan saja karena ada sekitar Rp1.650 triliun kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi bagi UMKM yang tidak terlayani perbankan konvensional dan kekosongan pasokan modal usaha inilah yang diharapkan dapat diisi oleh ekosistem
pembiayaan digital, termasuk salah satunya dari Samir sebagai pindar yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK,” imbuh Handy.
Selain itu, Handy menjelaskan, Samir juga selalu aktif mendukung pemerintah dan OJK
dengan berkolaborasi bersama AFPI dan AFTECH dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi finansial untuk membantu masyarakat maupun UMKM agar memahami konsep dasar pengelolaan uang, perbedaan antara layanan keuangan pindar yang legal dan pinjol yang ilegal, serta risiko penggunaan platform pembiayaan digital.
Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AASI Gerlar Milad Ke 23

Member Login

or