Media Asuransi, JAKARTA – Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti menyatakan diversifikasi global tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai respons terhadap pergerakan rupiah atau upaya mencari keuntungan dari perubahan nilai tukar.
“Strategi ini perlu dipertimbangkan berdasarkan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing investor agar keputusan investasi tidak hanya mengikuti dinamika pasar dan mengejar peluang,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 28 September 2026.
Ketika pergerakan pasar dan nilai tukar semakin dipengaruhi oleh dinamika global, diversifikasi investasi menjadi kian penting. Bukan hanya menyebarkan dana ke berbagai kelas aset, investor juga dapat mempertimbangkan sektor, negara atau wilayah, hingga mata uang sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko melalui diversifikasi.
|Baca juga: OJK Soroti Literasi Dana Pensiun Masih Rendah, Ini 4 Agenda Penguatannya!
|Baca juga: Zurich Soroti Dampak Gangguan Kesehatan Mental terhadap Produktivitas dan Ketahanan Ekonomi
Perkembangan di pasar juga menunjukkan adanya kenaikan perhatian terhadap instrumen valuta asing. Pada pertengahan 2026, dana kelolaan reksa dana lokal dalam dolar AS meningkat US$388 juta atau 13 persen year to date.
Perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap instrumen berdenominasi dolar AS sebagai salah satu alternatif diversifikasi portofolio. Dari perspektif yang lebih luas, Bank Indonesia mencatat posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia mencapai US$571,5 miliar pada kuartal II/2026.
Angka itu mengalami peningkatan sebanyak 1,9 persen secara kuartalan dari US$560,7 miliar pada kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama berasal dari aset investasi lainnya, investasi langsung, dan investasi portofolio.
“Perkembangan tersebut menunjukkan pembahasan mengenai diversifikasi global semakin relevan,” ujarnya.
Adapun diversifikasi global bukan berarti mengganti seluruh investasi domestik dengan aset asing. Sebaliknya, diversifikasi bertujuan melengkapi portofolio dengan eksposur yang lebih beragam agar selaras dengan tujuan investasi, horizon waktu, dan profil risiko investor.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
