Media Asuransi, GLOBAL – Modal reasuransi global mencapai rekor US$663 miliar pada akhir 2025 atau meningkat dari US$607 miliar pada 2024. Kenaikan tersebut didorong bertambahnya modal dari perusahaan reasuransi tradisional dan investor pihak ketiga, sementara kebutuhan modal untuk menanggung risiko relatif stabil.
AM Best mencatat kondisi tersebut membuat posisi permodalan perusahaan reasuransi semakin kuat. Tingkat penggunaan modal oleh reasuradur tradisional turun menjadi 77 persen pada 2025 dari 85 persen pada tahun sebelumnya.
Penurunan tingkat penggunaan modal tersebut terutama terjadi karena pertumbuhan modal yang tersedia lebih cepat dibandingkan kebutuhan modal. AM Best menilai kondisi ini bukan berarti risiko yang ditanggung industri reasuransi mengalami penurunan signifikan.
“Perbaikan tingkat penggunaan modal tidak mencerminkan penurunan material pada risiko yang ditanggung industri,” kata AM Best dalam laporannya yang dikutip dari Insurance Asia, Rabu, 19 Agustus 2026.
Modal reasuransi tradisional meningkat menjadi US$540 miliar pada 2025 dari US$500 miliar pada 2024. Perusahaan reasuransi di Amerika Serikat dan Eropa menyumbang 73 persen dari total modal reasuransi global.
Sementara itu, pangsa Bermuda naik menjadi 16 persen dari 15 persen. Lima perusahaan reasuransi terbesar menguasai 54,2 persen dari total modal pasar, turun dari 55,8 persen pada 2024 sekaligus menjadi pangsa terendah sejak 2018.
Pertumbuhan modal tersebut ditopang oleh kinerja underwriting yang kuat dan hasil investasi. Perusahaan reasuransi menikmati margin yang baik, disiplin dalam penetapan terms and conditions, serta pendapatan investasi dari portofolio surat berharga pendapatan tetap.
Sebagian besar tambahan modal berasal dari laba yang ditahan perusahaan, bukan dari pembentukan perusahaan reasuransi baru. Di sisi lain, modal dari investor pihak ketiga juga mencapai rekor. Modal pada instrumen Insurance-Linked Securities (ILS) meningkat menjadi US$123 miliar pada 2025 dari US$107 miliar pada 2024.
Kenaikan tersebut didorong tingginya minat investor terhadap catastrophe bond dan instrumen ILS lainnya yang memberikan kapasitas tambahan untuk menanggung risiko asuransi.
|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Perkuat Layanan Wealth Management di Tengah Pasar yang Semakin Selektif
|Baca juga: Allianz Indonesia Dukung Talenta Muda Sepak Bola di Ajang Pertandingan Internasional
Meski modal yang tersedia meningkat, namun eksposur terhadap potensi kerugian maksimum akibat bencana tetap relatif stabil sepanjang 2025. Kondisi ini membuat ruang permodalan perusahaan reasuransi untuk menyerap kerugian atau meningkatkan kapasitas underwriting menjadi lebih besar.
AM Best mencatat pertumbuhan modal reasuransi saat ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan risiko yang ditanggung. Kondisi tersebut membuat perusahaan reasuransi memiliki sejumlah pilihan, mulai dari memperbesar portofolio bisnis, masuk ke bisnis asuransi primer dan specialty, hingga melakukan akuisisi.
Perkembangan tersebut berbeda di setiap pasar. Rasio risiko bencana terhadap modal pada empat perusahaan reasuransi besar di Eropa turun sekitar sembilan poin persentase sejak 2022. Sementara itu, pasar Amerika Serikat dan Bermuda mencatat kenaikan sekitar 2,5 poin persentase.
AM Best memperkirakan tingkat penggunaan modal reasuransi akan kembali turun menjadi 72 persen pada 2026. Sementara itu, pasar reasuransi global diproyeksikan tumbuh sekitar 6,3 persen tahun ini.
Proyeksi tersebut masih bergantung pada sejumlah faktor, terutama aktivitas badai dan perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi tingkat risiko serta kebutuhan kapasitas reasuransi.
“Fase berikutnya dari siklus pasar kemungkinan lebih ditentukan oleh seberapa efektif perusahaan reasuransi mengalokasikan modal, bukan lagi oleh ketersediaan modal,” kata AM Best.
AM Best menilai persaingan di pasar reasuransi berpotensi meningkat apabila pertumbuhan permintaan kapasitas reasuransi dan risiko yang ditanggung tidak mampu mengimbangi pertumbuhan modal.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

