Media Asuransi, JAKARTA – Tabungan emas kembali menjadi salah satu pilihan investasi yang dilirik masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik, inflasi, hingga pergerakan dolar AS membuat masyarakat semakin selektif dalam mengelola keuangan dan memilih instrumen investasi.
Ketika inflasi meningkat, nilai uang dapat tergerus sehingga masyarakat mulai mencari aset yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Emas pun kembali menjadi salah satu pilihan karena dikenal sebagai safe haven.
Mengapa emas banyak dipilih? Emas secara historis kerap menjadi pilihan investor ketika pasar mengalami gejolak. Saat pasar saham berfluktuasi, mata uang tertekan, atau ketidakpastian geopolitik meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut terdorong.
Melansir laman OCBC, Minggu, 23 Agustus 2026, World Gold Council mencatat emas banyak digunakan sebagai aset lindung nilai dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Pertanyaannya adalah masih menarikkah tabungan emas?
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
Tabungan emas masih cukup menarik, terutama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara bertahap. Berbeda dengan emas fisik, tabungan emas memungkinkan pembelian dilakukan secara digital dengan nominal yang lebih fleksibel.
Harga emas memang tetap mengalami naik turun dalam jangka pendek. Namun, secara historis, emas memiliki potensi pertumbuhan dalam jangka panjang sehingga lebih cocok untuk tujuan seperti dana pendidikan, persiapan masa depan, atau diversifikasi investasi.
Kemudian adakah peluang cuan? Keuntungan tabungan emas terutama berasal dari potensi kenaikan harga emas. Namun, instrumen ini bukan pilihan untuk mengejar keuntungan instan.
Karena itu, tabungan emas lebih tepat dipandang sebagai bagian dari strategi investasi jangka menengah hingga panjang. Selain berpotensi memberikan keuntungan, emas juga dapat membantu menjaga nilai aset ketika tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

