1
1

Perkuat Kolaborasi Ekosistem Kesehatan, Halodoc Dorong Transformasi Layanan melalui Diskusi Eksekutif “Reinventing Hospitals” bersama Puluhan Pimpinan Rumah Sakit

(ki-ka) Co-Founder dan CEO Halodoc Jonathan Sudharta, Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria, dan Co-Founder Halodoc dan Deputy Group President Director MENSA Group Dr. Erwin Tenggono. | Foto: Halodoc

Media Asuransi, JAKARTA — Sebagai bagian dari komitmennya untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan digital di Indonesia, Halodoc menyelenggarakan Executive Conversation “Reinventing Hospitals”, mengundang sejumlah pimpinan rumah sakit untuk berdiskusi mengenai pesatnya laju transformasi layanan kesehatan, tantangan dan peluang, baik secara digital maupun tatap muka di fasilitas kesehatan Indonesia. Diskusi ini menjadi bentuk konkret dari komitmen Halodoc memperluas manfaat transformasi layanan secara merata, termasuk bagi tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Prinsip ini sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan, di mana kemajuan teknologi kesehatan seharusnya memberi kesempatan yang sama bagi setiap pelaku di ekosistem, dari tenaga kesehatan hingga fasilitas kesehatan untuk turut berkembang.

Sesi diskusi menghadirkan dua perspektif yang saling melengkapi: Dr. Erwin Tenggono, Co-founder Halodoc dan Deputy Group President Director Mensa Group, serta penulis buku Reinventing Hospitals: Strategic Survival in the Age of Digital Transformation (2025) bersama Jonathan Sudharta, Co-founder dan CEO Halodoc . Penelitian Dr. Erwin Tenggono mengkaji berbagai tantangan dan faktor yang menjadi kunci keberhasilan transformasi digital di rumah sakit.

“Kunci keberhasilan transformasi layanan kesehatan ada pada kesiapan tata kelola dan talentanya, bukan hanya seberapa jauh adopsi teknologi. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi secara strategis serta membangun kolaborasi yang kuat, baik di dalam organisasi maupun dengan berbagai pihak penyedia layanan dalam ekosistem kesehatan. Namun, sebelum bicara strategi dan kolaborasi, digital readiness dimulai dari belief system dalam organisasi bagaimana individu dan pemimpin di dalamnya meyakini pentingnya transformasi ini. Keyakinan inilah yang pada akhirnya menentukan kompetensi dan kapabilitas organisasi dalam menjalankan transformasi digital dan mengubahnya menjadi bagian nyata dari cara organisasi memberikan layanan,” ujar Dr. Erwin Tenggono.

Social capital, human capital dan leadership skill menjadi aspek yang saling berkaitan untuk memastikan rumah sakit mampu menjalankan transformasi dan mempertahankannya dalam jangka panjang. Kolaborasi berbagai pihak memegang peranan penting, mengingat layanan kesehatan melibatkan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan pihak penyedia kesehatan lainnya. Selain itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk mengurangi budaya kerja yang silo antarorganisasi dan memastikan kebutuhan pasien tetap menjadi pusat dari proses transformasi.

Merespons temuan tersebut, Halodoc menegaskan bahwa transformasi digital sejalan dengan misinya sejak awal: simplifying healthcare. Bagi Halodoc , memperkuat ekosistem kesehatan bukan hanya soal memperluas akses bagi pasien, tetapi juga soal memberdayakan pihak di balik layanan kesehatan, mulai dari penyedia layanan kesehatan, seperti tenaga kesehatan dan rumah sakit, agar turut berkembang bersama transformasi digital, bukan tertinggal olehnya.

“Diskusi eksekutif ini menjadi ruang untuk mempertemukan temuan dan perspektif yang lahir dari penelitian Dr. Erwin dengan pengalaman Halodoc dalam membangun layanan kesehatan digital. Kami melihat transformasi kesehatan tidak hanya tentang adopsi teknologi, tetapi bagaimana seluruh ekosistem dapat tumbuh dan berkembang bersama. Dengan menghubungkan keunggulan dan keahlian yang telah dimiliki rumah sakit dengan kapabilitas dalam ekosistem kesehatan digital, kita dapat menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi dengan pengalaman pasien sebagai prioritas. Pada saat yang sama, transformasi layanan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, peningkatan kompetensi menjadi bagian penting agar tenaga kesehatan dapat terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat”, ujar Jonathan Sudharta, Co-founder dan CEO Halodoc .

Komitmen Halodoc diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan kesehatan, diantaranya seperti:

  • Bagi tenaga kesehatan: Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2026, terdapat sekitar 1,9 juta tenaga kesehatan dan 290 ribu dokter dengan Surat Tanda Registrasi (STR) serta Surat Izin Praktik (SIP) aktif. Seiring pesatnya transformasi layanan kesehatan, baik digital maupun tatap muka, pembaruan pengetahuan dan kompetensi menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional tenaga kesehatan untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Halodoc menghadirkan ekosistem terintegrasi Halodoc for Doctors dengan fitur Learn sebagai wadah peningkatan kompetensi medis secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, inisiatif peningkatan kompetensi dari ekosistem Halodoc telah dimanfaatkan oleh lebih dari 150 ribu tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Halodoc yang sejalan dengan prinsip ekonomi kerakyatan untuk mendorong pemerataan kualitas pelayanan tenaga kesehatan untuk masyarakat Indonesia. Melalui Halodoc Academy yang kini hadir dalam fitur LEARN di Halodoc for Doctors, tenaga kesehatan dapat mengakses berbagai program peningkatan kompetensi berbasis Satuan Kredit Profesi (SKP) dari Kementerian Kesehatan RI. Halodoc Academy sendiri telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan RI.
  •  Bagi pasien dan fasilitas kesehatan: Halodoc memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit melalui HaloAssist, layanan yang mendampingi pasien selama berobat di rumah sakit mulai dari sebelum kunjungan, selama perawatan, hingga setelah pasien menyelesaikan perawatannya. Sebagai bagian dari Halodoc for Business, HaloAssist menjadi bentuk konkret bagaimana kolaborasi dapat diterjemahkan menjadi pengalaman layanan yang lebih terintegrasi dan berpusat pada pasien. Sejak berjalan pada Maret 2026, HaloAssist telah mendampingi lebih dari 2.300 pasien di 16 rumah sakit mitra Halodoc , menunjukkan peran layanan ini dalam menghadirkan pengalaman berobat yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi pasien.

Melalui pengembangan ekosistem kesehatan digital dan kolaborasi yang terus terjalin, Halodoc terus mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia dengan prinsip bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pemerataan manfaat bagi seluruh pelaku ekosistem, di berbagai skala. Ke depannya, Halodoc akan terus membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk mendorong transformasi layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait Halodoc for Doctors dan HaloAssist, kunjungi laman Halodoc .

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Izinkan Perubahan Nama PT Asuransi Jasa Indonesia menjadi (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia
Next Post CIMB Niaga (BNGA) Meluncurkan Kartu Kredit Indonesia Ritel

Member Login

or