1
1

Bangun Relasi dan Gaya Hidup Sehat Lewat Padel

Tren Olah raga Padel mulai banyak digemari di industri perasuransian. | Foto: Istimewa

Di tengah padatnya ritme kehidupan urban, terutama di kota besar seperti Jakarta, tren olahraga terus mengalami pergeseran. Kini padel hadir sebagai alternatif yang lebih segar, dinamis, dan inklusif. Olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash ini kian menjamur, tidak hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern yang sarat interaksi sosial.

Padel telah menjadi olahraga viral di Tanah Air. Berdasarkan laporan Core & Court – Growell bertajuk Indonesia Padel Report 2025, angkanya menunjukkan ada 947 lapangan di 293 klub pada akhir 2025. Angka ini melonjak 294,58 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 240 lapangan.

Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap padel tidak terjadi tanpa alasan. Selain relatif mudah dipelajari, olahraga ini menawarkan pengalaman bermain yang lebih sosial melalui lapangan yang lebih kecil, permainan ganda, serta ritme permainan yang cepat. Kombinasi tersebut membuat interaksi antarpemain terasa lebih intens, sehingga menarik minat kalangan eksekutif, profesional muda, hingga komunitas bisnis yang mencari keseimbangan antara kesehatan dan relasi.

 

Konsistensi
Bagi Windra Krismansyah Bakrie, seorang eksekutif di asuransi jiwa ini mengungkapkan bahwa padel bukan sekadar tren sesaat. Dia sudah mulai menekuni olahraga ini sejak tahun lalu dan langsung merasakan daya tariknya.

Menurutnya, padel unggul dari sisi aksesibilitas. Olahraga ini dinamis, mudah dipelajari, dan sangat menyenangkan. Ada kombinasi teknik, strategi, dan interaksi sosial yang membuat pengalaman bermain menjadi berbeda Dibandingkan tenis atau golf, lanjut Windra, padel dinilainya lebih inklusif karena tidak menuntut teknik kompleks di tahap awal. Hal ini membuatnya cepat berkembang di kalangan profesional dengan waktu terbatas. Dalam rutinitasnya, dia bisa bermain dua hingga tiga kali dalam seminggu tanpa anggaran khusus, dengan partner yang berbeda-beda.

‘’Lebih dari sekadar aktivitas fisik, padel juga menjadi ruang membangun relasi. Dukungan platform digital mempermudah pemain menemukan partner bermain dan memperluas jaringan sosial. Dengan rutin berolahraga, tubuh menjadi lebih aktif dan sehat, yang akhirnya berpengaruh positif pada tingkat energi, fokus, dan produktivitas dalam bekerja,” jelasnya.

Dia juga menyoroti peran komunitas sebagai pendorong konsistensi. Menurutnya, efektivitas padel dalam jangka panjang sangat bergantung pada rutinitas yang terjaga. “Padel bisa menjadi pilihan olahraga yang efektif selama dilakukan secara rutin. Pada dasarnya, apa pun jenis olahraganya, jika dilakukan dengan konsisten, manfaat kesehatannya akan optimal dan berkelanjutan,” tutur Windra yang membuat klub padel bernama PALAS Community dengan anggota dari kalangan pelaku industri asuransi.

Penggemar olahraga padel lainnya adalah Direktur PT Great Eastern Life Indonesia, Yungki Aldrin. Penggemar tenis sejak zaman kuliah ini akhirnya beralih ke padel, bermula dari seringnya menemani putrinya latihan padel.

Menurutnya, lapangan padel meski kecil menuntut kita untuk lebih responsif dan reaktif beda dengan tennis yang lebih banyak menunggu datangnya bola. “Padel memang lebih tinggi challenging-nya dan juga bisa untuk menjalin networking,” ujarnya.

Bagi Yungki, jika tenis lebih mengandalkan power, teknik servis, dan stamina individu, padel menuntut refleks cepat, kerja sama tim, serta permainan taktis dalam ruang yang lebih sempit. “Reli permainan yang cenderung lebih panjang menuntut pemain harus terus aktif bergerak dan menjaga konsentrasi,” ungkapnya. Yungki pun memiliki beberapa partner bermain padel mulai dari warga kompleks tempat tinggalnya, rekan kantor, hingga di organisasi.

Pecinta padel lain yang tergabung di Klub PALAS Community adalah Chief Operating Officer PT Asuransi Untuk Semua (Tap Insure), Hesti Handayani. Dia makin tertarik padel setelah beberapa bulan terakhir ini rutin menjajal olahraga yang kian populer di kalangan profesional urban.

“Ini yang langsung menarik perhatian saya, kombinasi antara olahraga yang aktif, unsur strategi, dan suasana sosialnya. Padel terasa fun, tidak terlalu intimidating untuk pemula, tetapi tetap memberikan tantangan yang membuat kita ingin terus improve,” ujarnya.

Di tengah ritme kerja yang cukup dinamis, padel menjadi olahraga yang efektif, menyenangkan, dan dapat dilakukan dalam waktu relatif efisien. “Dibanding tenis, learning curve-nya lebih cepat, intensitas geraknya lebih tinggi sehingga manfaat kebugarannya lebih terasa. Selain itu, atmosfernya lebih santai dan komunikatif,” tuturnya.

Hesti mengakui, dirinya menyiapkan alokasi khusus budget padel sebagai bagian dari wellness spending. ‘’Buat saya, pengeluaran untuk aktivitas seperti ini bukan sekadar leisure, tetapi investasi untuk menjaga stamina, fokus, dan keseimbangan hidup,’’ ujarnya.

Secara fisik, Hesti merasakan peningkatan stamina, refleks, dan kelincahan bergerak. Karena permainan berlangsung cepat, tubuh benar-benar aktif. Dari sisi mental, manfaatnya sangat besar untuk membantu reset pikiran setelah hari kerja yang padat. “Bermain padel membantu saya lebih rileks, menjaga mood, sekaligus memberi ruang untuk menikmati momen di luar rutinitas pekerjaan,” ujarnya.

 

Sarana Saling Support
Pandangan serupa disampaikan Brendan Batanghari, VP Regional Partnership & Corporate Finance PasarPolis. Dengan latar belakang tenis, ia menilai transisinya ke padel terasa natural, namun tetap menghadirkan tantangan baru.

“Meskipun ada kemiripan secara fundamental (dengan tenis), padel menawarkan dinamika permainan lebih cepat dan intensitas reli yang lebih terjaga. Sehingga memberikan tantangan baru yang segar bagi pemain tenis,” ungkapnya.

Bagi Brendan, padel merupakan ‘jalan tengah’ antara tenis dan golf, yang memberikan intensitas kardio yang cukup, tanpa memakan waktu terlalu lama, sekaligus tetap membuka ruang interaksi sosial. Dia bermain satu hingga dua kali dalam seminggu dengan partner yang beragam, tanpa menetapkan anggaran khusus.

Aspek networking menjadi nilai tambah utama. Dia bahkan menyebut lapangan padel sebagai ruang interaksi baru yang lebih cair dibandingkan ruang formal. “Olahraga ini menjadi sarana untuk membangun hubungan lebih erat dan suportif dengan kolega maupun teman-teman. Chemistry dan kepercayaan yang terbangun di lapangan
sering terbawa ke lingkungan kerja, menciptakan kolaborasi yang lebih solid dan komunikasi yang lebih lancar,” jelasnya.

Secara fisik, ia merasakan peningkatan koordinasi dan kelincahan. Sementara secara mental, padel menjadi pelepas stres yang efektif karena mampu mengalihkan fokus dari tekanan pekerjaan. Dampaknya tidak hanya pada kebugaran, tetapi juga pada produktivitas dan kualitas hubungan kerja.

 

Menjamur
Khusus di DKI Jakarta dan sekitarnya, perkembangan olahraga padel sudah sangat masif. Dalam waktu singkat, lapangan padel bermunculan di berbagai area premium, pusat olahraga, kawasan komersial, hingga lingkungan kompleks. Fenomena ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga yang kini tidak hanya menjadi aktivitas kebugaran, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan ajang sosial.

DKI Jakarta masih menjadi pusat terkuat perkembangan lapangan padel di Tanah Air. Jumlah lapangan di provinsi ini diproyeksikan meningkat dari 326 unit pada 2025 menjadi 695 unit pada 2026 atau tumbuh sekitar 113,2 persen.

Di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, perkembangan fasilitas turut memperkuat tren ini. Salah satu yang menonjol adalah Milo’s Padel Kemang yang berdiri sejak Oktober 2024. Awalnya hanya memiliki enam lapangan, kini sudah menjadi 12 court pada awal 2026.

Kehadiran Milo’s Padel sendiri berangkat dari visi salah satu pendirinya yang ingin mempopulerkan padel, sekaligus menghadirkan pengalaman bermain yang berbeda dari fasilitas lain.

Keunggulan Milo’s Padel terletak pada konsepnya yang mengedepankan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas. Selain jumlah lapangan yang lebih banyak, tempat ini juga dilengkapi kolam renang, sauna, steam, hingga berbagai layanan tambahan seperti handuk, camilan, buah, dan minuman yang disediakan tanpa biaya tambahan. “Jadi kita (Milo’s Padel) bisa dibilang mengedepankan excellence service,” kata Captain Floor Milo’s Padel Kemang, Hendry Gunawan, kepada Sarah Dwi Cahyani dari Media Asuransi.

Pendekatan ini menjadikan Milo’s bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan destinasi gaya hidup yang menawarkan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung. Dalam beberapa bulan terakhir, terutama selama Ramadan, minat masyarakat justru meningkat signifikan. Banyak pengunjung memanfaatkan waktu menjelang berbuka hingga setelah tarawih untuk berolahraga, bahkan aktivitas bermain kerap berlangsung hingga mendekati sahur.

Secara umum, jam ramai terjadi pada sore hingga malam hari, dengan tingkat okupansi sering kali penuh sejak jam tujuh malam hingga penutupan dan ada yang main di pagi hari sebelum berangkat kerja. “Mayoritas pengunjung dari kalangan pekerja kantoran,” ujarnya.

Dari sisi harga, penyewaan lapangan berkisar Rp400 ribu hingga Rp600 ribu tergantung waktu, dengan sistem paket berbasis jam. Menariknya, pertumbuhan tempat ini lebih banyak didorong oleh rekomendasi dari mulut ke mulut dibandingkan strategi pemasaran konvensional.

Tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, Milo’s Padel juga telah menjadi tuan rumah berbagai ajang berskala internasional, termasuk turnamen Asia Pasifik yang menghadirkan pemain dari berbagai negara. Standar lapangan telah memenuhi kualifikasi internasional serta kapasitas area yang luas.

“Jadi kayak turnamen se-Asia yang diselenggarakan di Indonesia, lalu di Thailand, di Bangkok. Jadi perkumpulan pemain padel Asia mempercayakan Milo’s sebagai tuan rumah mewakili Indonesia,” ujar Hendry.

Padel telah menjadi bagian dari lanskap gaya hidup urban yang terus berkembang. Pertumbuhan lapangan dan komunitas yang kian meningkat, tren padel diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari ekosistem sport lifestyle di Tanah Air.

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Risiko Global Mereda, Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik
Next Post Chief Investment Office DBS Dorong Investor Optimalkan Momentum untuk Maksimalkan Cuan

Member Login

or