1
1

5 Alasan Deposito Valas Bisa Jadi Pilihan Berinvestasi saat Ekonomi Bergejolak

Ilustrasi. | Foto: Pressmaster from Envato

Media Asuransi, JAKARTA – Deposito valas dapat menjadi salah satu pilihan untuk melakukan diversifikasi aset, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis. Instrumen ini memungkinkan masyarakat menyimpan dana dalam berbagai pilihan mata uang asing dan tidak menggunakan rupiah sebagai mata uang penempatan.

Deposito valas merupakan deposito berjangka yang menggunakan mata uang asing, seperti dolar AS. Selain menawarkan bunga, instrumen ini dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan aset pada kondisi ekonomi dan nilai tukar domestik.

Ketika rupiah mengalami pelemahan terhadap mata uang asing, kepemilikan aset dalam valas dapat membantu menjaga nilai kekayaan. Deposito valas juga relevan bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan dalam mata uang asing, mulai dari biaya pendidikan di luar negeri, perjalanan internasional, kegiatan bisnis hingga investasi global.

|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign

|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!

Melansir laman OCBC, Sabtu, 15 Agustus 2026, berikut sejumlah alasan deposito valas dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset:

1. Bisa menjadi pelindung saat rupiah berfluktuasi

Pergerakan nilai tukar menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih deposito valas. Saat rupiah melemah terhadap mata uang asing, dana yang disimpan dalam valas dapat membantu mengurangi dampak penurunan nilai aset akibat perubahan kurs.

Dengan memiliki aset dalam mata uang asing, investor tidak hanya bergantung pada rupiah sehingga portofolio menjadi lebih terdiversifikasi.

2. Membantu diversifikasi portofolio

Menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset dapat meningkatkan risiko keuangan. Karena itu, deposito valas dapat digunakan sebagai salah satu pelengkap portofolio dengan memberikan eksposur terhadap mata uang asing.

Dibandingkan dengan instrumen yang memiliki fluktuasi harga lebih tinggi, deposito memiliki karakteristik yang relatif lebih stabil. Diversifikasi ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan portofolio terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.

3. Sesuai untuk kebutuhan dalam mata uang asing

Deposito valas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang sudah memiliki kebutuhan dalam mata uang asing. Contohnya biaya pendidikan di luar negeri, perjalanan internasional, transaksi ekspor-impor, hingga rencana investasi di pasar global.

Dengan menyiapkan dana dalam mata uang yang akan digunakan, risiko meningkatnya biaya akibat perubahan nilai tukar dapat lebih terkelola ketika kebutuhan tersebut jatuh tempo.

4. Karakteristik risiko relatif rendah

Seperti deposito rupiah, deposito valas memiliki karakteristik investasi yang relatif konservatif. Instrumen ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan kestabilan dana dan tidak ingin menghadapi fluktuasi tinggi seperti pada investasi saham.

Dana juga ditempatkan berdasarkan tenor tertentu sehingga pengelolaannya lebih terstruktur. Tingkat bunga deposito valas dapat berbeda dengan deposito rupiah dan bergantung pada mata uang serta kebijakan bank.

5. Membantu menjaga disiplin finansial

Karena dana deposito ditempatkan dalam jangka waktu tertentu dan pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenai konsekuensi sesuai ketentuan bank, instrumen ini dapat membantu membatasi penggunaan dana untuk kebutuhan konsumtif.

Dengan begitu, deposito valas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga dapat membantu membangun kebiasaan menyisihkan aset untuk kebutuhan jangka menengah maupun panjang.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Optimalisasi Perlindungan Kesehatan Komprehensif Jadi Kunci Hadapi Inflasi Medis

Member Login

or