1
1

BEDAH SAHAM: Mencermati Strategi Vale Indonesia (INCO) Atasi Penurunan Margin

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. | Foto: vale.com

Media Asuransi, JAKARTA – Pada 9 bulan pertama 2023, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil mengurangi penurunan margin. Bagaimana cara Vale Indonesia mengurangi kontraksi margin tersebut?

Melalui Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update bertajuk Vale Indonesia (INCO IJ) – 3Q23 result: Steep margin contraction mitigated by robust cost management, analis Mirae Sekuritas Rizkia Darmawan menguraikan pendapatan INCO pada kuartal III/2023 turun 5,7% QoQ menjadi US$279 juta, terutama disebabkan oleh penurunan 9,8% QoQ dalam Harga Jual Rata-rata (ASP) menjadi US$16.204/ton, meskipun peningkatan dalam volume penjualan (+4,6% QoQ).

Secara kumulatif, pendapatan Vale pada 9 bulan 2023 mencapai US$938 juta (+7,3% YoY), sesuai dengan perkiraan Mirae/konsensus pada tingkat pelaksanaan 76,4%/75,5%. Meskipun terjadi penurunan ASP, INCO berhasil mengurangi biaya tunai sebesar 6,3% QoQ pada kuartal III/2023 menjadi US$9.832/ton, yang mengurangi penurunan margin yang tajam.

Dengan dinamika pada kuartal ketiga tahun 2023, jelas Rizkia, INCO mencatat EBITDA pada 9 bulan 2023 sebesar US$400 juta (+9,3% YoY), sesuai dengan perkiraan Mirae (pada tingkat pelaksanaan 75,2%).

|Baca juga: PT Vale Kembangkan Blok Pomalaa

Menurutnya, laba bersih INCO pada 9 bulan 2023 melebihi perkiraan Mirae dan konsensus, mencapai US$221 juta (pada tingkat pelaksanaan 84,4%/80,8%), didukung oleh 1) pendapatan keuangan yang 3x lebih tinggi sebesar US$25,7 juta; dan 2) tingkat pajak efektif yang lebih rendah sebesar 21,0% pada 9 bulan 2023, dibandingkan dengan 29,4% pada 9 bulan 2022.

Dari segi operasional, Rizkia menjelaskan INCO memproduksi 17.953 ton nikel matte pada kuartal III/2023 (+6,1% secara QoQ, +2,5% secara YoY), sehingga produksi kumulatif pada 9 bulan 2023 mencapai 51.644 ton (+17,6% YoY). Untuk mencapai target produksi sebesar 70.000 ton, INCO perlu memproduksi sekitar 20.000 ton nikel matte pada kuartal IV/2023, yang dia percayai dapat tercapai, mengingat bahwa pemurnian telah selesai dari periode pemeliharaannya.

“Kami mempertahankan proyeksi kami untuk INCO. Harga target kami tetap sebesar Rp6.300 per saham, dengan implikasi EV/EBITDA tahun 2024 sebesar 8,5x (-0,5 SD dari EV/EBITDA rerata dalam 5 tahun terakhir). Berdasarkan dinamika harga saham belakangan ini, kami meningkatkan rekomendasi kami menjadi Buy.”

 

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dukung Pertumbuhan Eksposur, TWIA Akan Tingkatkan Limit Reasuransi di 2024
Next Post Gelar Konstruksi Indonesia 2023, PUPR Dorong Percepatan Transformasi Digital dalam Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan

Member Login

or