1
1

Mengapa Persiapan Dana Pensiun Sejak Dini Jadi Kunci Kesejahteraan di Hari Tua?

Ilustrasi. | Foto: Asia Insurance Review

Media Asuransi, JAKARTA – Setiap pekerja pada akhirnya akan memasuki masa pensiun. Namun, tidak sedikit yang tiba di fase tersebut tanpa kesiapan finansial yang memadai, kondisi yang kerap berujung pada ketergantungan ekonomi di usia senja.

Melansir laman IFG Life, Sabtu, 13 Juni 2026, berikut sejumlah hal penting yang perlu dipahami soal dana pensiun dan cara mempersiapkannya sejak dini:

Sumber dana pensiun

Terdapat beragam sumber yang dapat dimanfaatkan sebagai dana pensiun. Pesangon dari perusahaan menjadi salah satu yang paling umum, di mana karyawan berhak menerima sejumlah dana yang telah disepakati saat masa produktifnya berakhir.

|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign

|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!

Selain pesangon, instrumen investasi seperti saham, reksa dana, dan obligasi juga menjadi pilihan yang semakin populer. Ketiga instrumen tersebut memungkinkan dana tumbuh seiring waktu, sehingga nilainya lebih siap menghadapi tekanan inflasi di masa mendatang.

Mengapa persiapan pensiun mendesak?

Kebutuhan finansial di masa pensiun tidak bisa dianggap ringan. Seiring bertambahnya usia, risiko kesehatan meningkat sementara biaya pengobatan terus naik dari tahun ke tahun. Inflasi pun turut mendorong harga barang dan jasa semakin tinggi secara konsisten.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Di sisi lain, realitas sosial menunjukkan banyak lansia tidak memiliki jaring pengaman yang cukup. Anak-anak mereka kerap tidak mampu memberikan dukungan penuh karena tuntutan pekerjaan atau jarak geografis. Kondisi ini menegaskan kemandirian finansial di hari tua bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan.

Ada dua langkah awal menyusun rencana pensiun

Pertama, hitung kebutuhan masa pensiun. Perhitungan ini mencakup pengeluaran rutin seperti biaya makan, transportasi, listrik, air, layanan kesehatan, hingga dana darurat. Yang krusial, seluruh proyeksi biaya tersebut harus disesuaikan dengan estimasi inflasi di masa depan agar nilainya tetap relevan.

|Baca juga: Benarkah Asuransi Perjalanan Tahunan Lebih Menguntungkan? Coba Baca Informasi Ini!

|Baca juga: Mengenal Tujuan Asuransi dan Fungsinya dalam Perlindungan Risiko

Kedua, tentukan target waktu pensiun. Semakin dini seseorang ingin pensiun, semakin besar dan disiplin akumulasi dana yang dibutuhkan. Sebagai gambaran, seseorang berusia 30 tahun yang menargetkan pensiun di usia 50 memiliki waktu 20 tahun untuk mengumpulkan seluruh kebutuhan finansialnya, sebuah jendela waktu yang cukup asalkan perencanaan dimulai segera.

|Baca juga: 3 Ciri Pemimpin yang Jadi Penghambat, Bukan Pendorong Kemajuan

|Baca juga: Ingin Beli Asuransi untuk Orang Lain? Coba Cek Dulu Informasi Berikut!

Masa produktif yang umum berlangsung antara usia 15-64 tahun adalah momentum terbaik untuk membangun fondasi keuangan jangka panjang. Menunda persiapan berarti mempersempit ruang gerak finansial di kemudian hari.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ingin Tetap Sejahtera saat Tidak Lagi Bekerja? Dana Pensiun Jawabannya!
Next Post Allianz Life Fasilitasi Perencanaan Keuangan Keluarga untuk Nasabah SMBC Indonesia

Member Login

or