Media Asuransi, YOGYAKARTA – Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Budi Herawan mengutarakan alasan pemilihan Kota Yogyakarta sebagai lokasi Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026. Ada alasan historis berkaitan dengan ketahanan ekonomi di tengah kondisi perekonomian saat ini yang penuh tantangan.
|Baca juga: Indonesia Insurance Summit 2026 Resmi Dibuka
“Hari ini saya akan coba memandu para hadirin dengan memahami bagaimana kami sebagai asosiasi dan sebagai industri menanggapi era disrupsi global dan saya akan menggunakan kota yang sangat istimewa sebagai metafora panduan kami, Yogyakarta,” ujarnya saat memberi sambutan sebelum diskusi panel IIS 2026, di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Budi menyebut Yogyakarta adalah pelajaran tentang ketangguhan. Yogyakarta bukan sekadar destinasi wisata tapi Yogyakarta adalah museum hidup ketahanan pada era revolusi industri. Saat itu, Keraton Yogyakarta mengambil langkah penting dengan beradaptasi terhadap pemerintahan kolonial Belanda demi menjaga budaya tidak hanya tetap hidup tetapi juga berkembang.
Yogyakarta menjadi tempat ekonomi modern mulai berkembangnya industrialisasi sistem kereta api dan rel pertama kali di Indonesia dengan tujuan akhir stasiun Beos di Batavia atau sekarang kita kenal Jakarta. Baik Yogyakarta maupun Jakarta memiliki sejarah yang sama sebagai kota metropolitan di era kolonial Hindia Belanda.
“Saat ini Yogyakarta sedang mengembangkan ekonomi digital namun masih menghadapi masalah sosial yang merupakan warisan era kolonial infrastruktur yang usang, kepadatan penduduk dan rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi tahun 2006 yang menewaskan lebih dari 5000 orang di Yogyakarta,” lanjutnya.
Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki tingkat risiko keempat tinggi perlindungan asuransi terhadap bangunan masih sangat rendah. Data menunjukkan bahwa penetrasi asuransi gempa masih berada di bawah 1 persen dengan rumah tinggal menjadi segmen yang paling rentan dan memiliki tingkat pelindungan terendah.
Kondisi ini tentunya menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih menghadapi risiko bencana tanpa suatu pelindungan finansial yang memadai sehingga penguatan ketahanan tidak hanya upaya mitigasi tetapi juga perluasan akses terhadap perlindungan risiko.
|Baca juga: Bos OJK: IIS 2026 Wadah Kolaborasi Dukung Kemajuan Perasuransian Indonesia
“Sejalan dengan semangat tersebut kami dari asosiasi asuransi Indonesia bekerja sama dengan UNDP melalui Inclusive Insurance Challenge Fund juga mendorong pengembangan solusi asuransi pertanian yang lebih inklusif melalui berbagai proyek contohan yang saat ini sedang berjalan, Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model penguatan ketahanan tentunya bagi masyarakat yang rentan terhadap berbagai risiko termasuk risiko bencana dan perubahan iklim,” tuturnya.
Ketua AAUI mengajak peserta IIS 2026 untuk belajar dari semangat dari kota Yogyakarta dimana sebuah kota dapat menghormati sejarah panjangnya sambil membangun ketahanan keuangan modern .
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

