Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam pada akhir perdagangan awal pekan, Senin, 28 September 2026. IHSG terkoreksi 1,51 persen atau 94 poin ke level 6.147 pada perdagangan hari ini. Dengan demikian IHSG telah terkoreksi selama tiga hari perdagangan sejak Kamis pekan lalu.
|Baca juga: IHSG Sesi I Melemah ke 6.181
Sebanyak 532 saham melemah, 180 saham menguat, dan 81 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 36,82 miliar saham, dengan total nilai Rp 12,28 triliun.
IHSG melemah seiring pelemahan rupiah dimana mata uang Garuda dibuka melemah 58 poin (0,32 persen) ke Rp17.961 per dolar AS sebelum ditutup di 17.798 per dolar AS. Rupiah telah melemah lebih dari 7 persen sepanjang tahun ini.
|Baca juga: IHSG dan Kapitalisasi Pasar BEI Menurun Namun Volume Perdagangan Meningkat
Tekanan rupiah dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS, harga minyak dunia, serta prospek kenaikan suku bunga The Fed setelah data ekonomi AS menguat dan Trump menolak proposal perdamaian Iran. Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 68 persen bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada bulan Oktober.
Harga minyak melonjak, dengan Brent naik 3 persen dan dan WTI naik 2 persen setelah Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu defisit transaksi berjalan kuartal III-2026 berpotensi melebar melampaui level 3,3 persen PDB pada kuartal II akibat harga minyak di atas US$90 per barel
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS meningkatkan biaya impor energi dan menambah tekanan pada kebutuhan devisa.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
