Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dan ditutup di bawah level 7.000 di perdagangan Kamis, 30 April 2026. IHSG berkurang 2,03 persen atau terpangkas 144,42 poin ke level 6.956,80 pada penutupan perdagangan Kamis.
|Baca juga: IHSG Melorot ke Bawah Level 7.000 di Sesi I
Total volume perdagangan saham Kamis mencapai 47,85 miliar saham dengan nilai transaksi Rp21,61 triliun. Sebanyak 567 saham turun jadi pemberat IHSG, 133 saham lainnya menguat an 105 saham stagnan.
Pelemahan rupiah seiring menguatnya dolar AS terhadap mata uang global dipicu blokade kapal-kapal asal Iran oleh Amerika Serikat jika Iran tak kunjung membuka Selat Hormuz. Aksi blokade yang berlarut memicu kenaikan harga minyak dunia.
Minyak Brent untuk pengiriman Juni tercatat naik 6,8 persen menjadi 126 dolar atau sekitar Rp 2.016.000. Sementara itu, West Texas Intermediate menguat tiga persen hingga melampaui 110 dolar atau sekitar Rp 1.760.000.
Berdasarkan berbagai sumber, rupiah ditutup di level Rp17.346 per dolar AS (-0,12 persen), dengan data lain menunjukkan pergerakan ke level Rp17.353 hingga Rp17.380-an.
|Baca juga: PGE Catat Laba Bersih Naik 40% di Kuartal I-2026
Sensitifitas rupiah terhadap pergerakan harga minyak, telah menyebabkannya anjlok sebesar 2,2 persen sepanjang April, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2024.
Harga minyak yang tinggi memicu pelemahan rupiah, yang bisa mengancam kondisi fiskal dan tata kelola Indonesia, yakni naiknya defisit APBN karena subsidi BBM membengkak.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
