1
🇮🇩 Indonesia✓
🇬🇧 English✓
🇨🇳 中文 (简体)✓
🇯🇵 日本語✓
🇰🇷 한국어✓
🇸🇦 العربية✓
🇲🇾 Melayu✓
🇹🇭 ภาษาไทย✓
🇻🇳 Tiếng Việt✓
1

  IHSG Masih Melemah di Sesi I

Pegawai Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memantau papan pergerakan harga saham di Main Hall BEI, Senin, 9 Maret 2026 (Setiawan)

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di sesi I perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 50,44 poin atau -0,83 persen ke level 6.020,70.

IHSG melemah di tengah kekhawatiran melonjaknya yield obligasi global sebagai imbas kenaikan harga energi. Kenaikan yield akan memicu kenaikan pembiayaan perbankan ke sektor riil yang bisa memperlambat perekonomian.

|Baca juga: IHSG Berakhir di Zona Merah

Sementara data terbaru yang dinantikan pelaku pasar, BPS mencatat inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan (m-to-m) dan 3,28 persen secara tahunan (y-o-y), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik ke level 112,31.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar, khususnya komoditas bergejolak seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan beras.

Sebanyak 36 provinsi mengalami inflasi dan 2 provinsi deflasi, inflasi tertinggi di Sulawesi Utara (3,53 persen), deflasi terdalam di Nusa Tenggara Timur (-0,35 persen).

Data inflasi tersebut menjadi perhatian pasar untuk melihat perkembangan tekanan eksternal dan daya beli domestik, sekaligus memperkirakan ruang kebijakan Bank Indonesia (BI) di tengah posisi rupiah yang masih berada pada level lemah.

|Baca juga: Bank Indonesia Menilai Inflasi IHK Agustus 2026 Tetap Terjaga

Sementara neraca perdagangan Indonesia mengalami suplus US$ 3,55 miliar per Agustus 2026. Surplus ini ditopang oleh kinerja ekspor Indonesia yang mencapai US$ 26,61 miliar melampaui nilai impor US$ 23,06 miliar per Agustus 2026.

Angka ini melampaui konsensus ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus sekitar US$630 juta. Data positif ini bisa menopang IHSG di sesi II hari ini.

Editor: Irdiya Setiawan

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Ungkap Alasan Bank Syariah Bisa Diminati Non-Muslim

Member Login

or