Media Asuransi, JAKARTA – Keuangan syariah dinilai memiliki peluang untuk menjangkau masyarakat di luar kelompok Muslim karena prinsip yang ditawarkan bersifat universal. Sejumlah negara seperti Inggris dan Malaysia menjadi contoh berkembangnya minat masyarakat non-Muslim terhadap layanan keuangan syariah.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus Ekonom Syariah dan Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (KPKS OJK) Dian Masyita mengatakan konsep keuangan syariah tidak secara eksklusif ditujukan bagi masyarakat muslim.
Dian mengatakan pengalaman saat menempuh pendidikan Islamic Finance di Durham, Inggris, menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat non-Muslim terhadap konsep keuangan syariah.
“Peminat terbesar (bank syariah) itu di UK (United Kingdom) kita tahu tidak semuanya Muslim. Malah mereka yang non-Muslim ingin belajar, ingin tahu, karena namanya ilmu itu universal sifatnya,” ujar Dian dalam Media Gathering BCA Syariah di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
|Baca juga: Bank DBS Indonesia dan Batavia Hadirkan Reksa Dana Syariah Offshore Berdenominasi Dolar AS
|Baca juga: BCA Syariah Bidik Gen Z, Pembiayaan Emas Mulai Jadi Pilihan
Menurut dia, salah satu konsep dalam keuangan syariah yang menarik perhatian adalah prinsip bagi hasil atau profit loss sharing. Konsep tersebut dinilai menawarkan aspek keadilan dalam hubungan antara pihak yang menyediakan dan menggunakan dana.
“Walaupun pada praktiknya kita masih revenue sharing, tapi itu adalah konsep yang mereka sangat-sangat tertarik. Karena memberikan keadilan dan sebagainya,” katanya.
Dian mencontohkan Malaysia sebagai negara dengan penerimaan terhadap layanan perbankan syariah yang relatif luas. Menurut dia, masyarakat non-Muslim di negara tersebut tidak menghadapi persoalan untuk menjadi nasabah bank syariah.
“Malah jadi prioritas bagi non-Muslim untuk menabung atau menjadi nasabahnya bank syariah. Jadi, no issue masalah non-Muslim untuk bergabung,” ujarnya.
|Baca juga: Begini Jurus BCA Syariah Genjot Pasar KPR dan KKB yang Lagi Lesu
|Baca juga: Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69% hingga Agustus 2026
Menurut Dian, penerimaan masyarakat non-Muslim terhadap prinsip syariah juga terlihat dari berkembangnya ekosistem halal di sejumlah negara Eropa. Salah satunya melalui penyediaan makanan halal di sektor perhotelan.
Dia mencontohkan sejumlah hotel berbintang di Eropa memilih menyediakan daging halal sebagai pilihan default untuk memudahkan operasional sekaligus melayani tamu dengan latar belakang yang beragam.
“Jadi biar aman karena semua non-Muslim pun tidak masalah dengan makanan daging halal,” kata Dian.
Dian menilai pola tersebut dapat menjadi gambaran bagi pengembangan industri keuangan syariah. Menurut dia, ketika masyarakat memahami konsep dan manfaat yang ditawarkan, layanan syariah tidak lagi semata-mata dipersepsikan sebagai produk yang hanya diperuntukkan bagi umat Islam.
“Begitu juga di (industri) keuangan selama mereka paham konsepnya. There’s no issue non-muslim at all untuk bergabung (di bank syariah),” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
