Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun di akhir perdagangan Selasa, 28 April 2026. IHSG terpangkas 0,48 persen atau 34,13 poin ke level 7.072,39. Ketidakpastian perundingan AS-Iran membuat harga minyak kembali naik.
|Baca juga: BI Waspadai Arus Dana Asing yang Mulai Kabur dari Indonesia Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Sepanjang perdagangan, sebanyak 350 saham melemah, 339 saham menguat, dan 129 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 31,9 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp17,5 triliun.
Harga minyak Brent naik 0,4 persen ke US$108,68–$109,37 per barel, sementara minyak WTI naik 0,6 persen ke US$96,64–$96,96 per barel.
|Baca juga: IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Berikut untuk Trading
Gedung Putih mengatakan pada Senin kemarin bahwa mereka sedang mengkaji proposal terbaru Iran untuk membuka blokade Selat Hormuz, menurut AFP, Selasa (28/4/2026).
Perundingan perdamaian antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat vital tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil sejak gencatan senjata diberlakukan.
Saat ini Iran berada dalam tekanan karena blokade yang diberlakukan Amerika Serikat sejak 13 April membuat ekspor minyak Iran merosot tajam, menurut laporan The Wall Street Journal, Senin.
|Baca juga: IHSG Menguat di Tengah Tekanan Harga Minyak
Data Kpler menunjukkan, pengapalan minyak mentah dan kondensat Iran turun dari rata-rata 2,1 juta barrel per hari pada 1–13 April menjadi hanya 567.000 barrel per hari antara 14–23 April. Suplai dari Iran yang menurun, menambah langka minyak di pasaran setelah pasokan dari negara-negara Timur Tengah di luar Iran tersendat akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
