Pendapatan Indocement (INTP) Tergerus 11,01 Persen Menjadi Rp14,18 T

Media Asuransi – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan pendapatan pada kuartal IV/2020 sebesar 11,01 persen menjadi Rp14,18 triliun dibanding periode sama tahun 2019 sebesar Rp15,93 triliun. Alhasil laba perseroan juga juga tergerus 1,57 persen menjadi Rp1,80 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp1,83 triliun.

Manajemen Indocement (INTP) mengatakan hingga kuartal IV/2020, pada penjualan semen dari pihak berelasi, Indocement berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp136,58 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp136,95 miliar. Sedangkan pendapatan dari pihak ketiga yaitu penjualan semen tercatat Rp13 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp14,09 triliun. Sementara, pada penjualan beton siap pakai tercatat Rp1,04 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,68 triliun dan penjualan agregat tercatat Rp3,79 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp18,55 miliar.

“Hingga kuartal IV/2020, pendapatan perseroan dikontribusi oleh pihak berelasi dan pihak ketiga. Pihak berelasi terdapat penjualan semen, sementara itu pihak ketiga terdapat penjualan semen, penjualan beton siap pakai dan penjualan agregat,” Manajemen Indocement (INTP) dalam Keterbukaan Informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat 19 Maret 2021.

Baca Juga:

Selain itu, Perseroan juga berhasil mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal IV/2020 menjadi Rp9,07 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,43 triliun. Beban usaha mengalami penurunan menjadi Rp3,15 triliun dari sebelumnya Rp3,50 triliun, beban operasi lain juga menurun menjadi Rp84,09 miliar dari sebelumnya Rp92,03 miliar. Sementara itu, biaya keuangan mengalami kenaikan menjadi Rp51,10 miliar dari sebelumnya Rp7,73 miliar.

“Dari sisi lainnya, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp3,53 triliun dan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp661,73 miliar. Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp5,16 triliun dan ekuitas Rp22,17 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp27,34 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp27,70 triliun,” paparnya. One