1
1

Perusahaan Asuransi Diminta Utamakan Data Nasabah untuk Bangun Kepercayaan terhadap AI

Ilustrasi. | Foto: Insurance Asia/Vlad Deep from Unsplash

Media Asuransi, GLOBAL – Perusahaan asuransi perlu mengoptimalkan penggunaan data yang berkaitan langsung dengan nasabah dalam penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan relevansi analisis sekaligus membangun kepercayaan nasabah terhadap penggunaan teknologi AI dalam layanan asuransi.

|Baca juga: Ekspansi Pusat Data Belum Balikkan Tren Market Asuransi Energi di Asia

Senior Vice President Lockton Companies LLC Olive Lam mengatakan penggunaan informasi yang tersedia untuk publik dalam analitik berbasis AI yang berkaitan dengan nasabah berpotensi menimbulkan persoalan kepercayaan.

“Menggunakan data yang tersedia untuk umum dalam analitik berbasis AI yang melibatkan nasabah dapat mengikis kepercayaan,” ujar Lam, dikutip dari Insurance Asia, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurutnya, nasabah dapat mempertanyakan apabila perusahaan asuransi menarik kesimpulan mengenai profil mereka berdasarkan sumber pihak ketiga.

|Baca juga: 2026, Tahun Reset Industri Asuransi: Menata Fondasi untuk Melangkah Lebih Kuat

Risiko lainnya adalah kesalahan dalam menafsirkan informasi sensitif atau menghasilkan analisis yang tidak menggambarkan kondisi operasional nasabah secara akurat.

Kekhawatiran tersebut menjadi semakin relevan seiring perusahaan asuransi memperluas pemanfaatan AI dalam berbagai fungsi, mulai dari layanan nasabah, proses klaim, hingga analisis risiko.

Berdasarkan laporan Smart Communications LLC yang diterbitkan Juni, hanya 38 persen konsumen yang menilai AI memberikan manfaat dalam interaksi dengan perusahaan asuransi.

Sementara itu, sebanyak 84 persen konsumen menginginkan perusahaan asuransi secara terbuka menyampaikan apabila AI digunakan dalam proses layanan.

Partner EY-Parthenon Indonesia Strategy & Transactions Oki Stefanus mengatakan perusahaan asuransi membutuhkan kerangka tata kelola yang jelas ketika mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis.

“Bagi perusahaan asuransi yang ingin mengintegrasikan AI di seluruh operasinya, membangun kerangka tata kelola yang kuat, transparansi, dan akuntabilitas yang jelas sangat penting untuk meraih kepercayaan, bukan hanya dari nasabah, tetapi juga dari pemangku kepentingan lainnya,” ujar Stefanus.

Menurutnya, penerapan AI perlu memperhatikan aspek privasi data, penggunaan data pihak ketiga, serta pemenuhan ketentuan regulasi yang berlaku.

Perusahaan asuransi juga perlu melakukan peninjauan terhadap sistem keamanan secara berkala. Hal ini penting mengingat teknologi dan sistem AI terus berkembang sehingga profil risiko yang dihadapi perusahaan juga dapat berubah.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 2026, Tahun Reset Industri Asuransi: Menata Fondasi untuk Melangkah Lebih Kuat
Next Post LPS Minta Bisa Rekrut Talenta Khusus untuk Hadapi Krisis

Member Login

or