Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Kembali Terkonsolidasi

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi bergerak kembali terkonsolidasi setelah ditutup di zona merah pada perdagangan kemarin.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan IHSG secara teknikal bergerak pulled back MA20 di level 6.078 dengan indikasi menguji support MA5 di level 6.039 kembali sebagai konfirmasi arah pergerakan.

Baca juga: Pyridam Farma Catatkan Kenaikan Penjualan 2020 Menjadi Rp277,39 M

Dia menjelaskan, indikator stochastic bergerak bullish momentum dibarengi RSI masih terlihat yang optimistis. Indikator MACD bergerak positif pada undervalue dengan tekanan histogram yang menjenuh.

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak cenderung kembali terkonsolidasi dengan support resistance 6.000-6.078,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ANTM, BBTN, BRIS, HRUM, MAPI, PGAS, PTBA, ITMG, dan SRIL.

Baca juga: Rugi Berjalan Triwira Insan Lestari (TRIL) Naik Lebih Dari 100 Persen

Kemarin, IHSG (-0,55%) turun 33,72 poin ke level 6.052,54 di tengah penguatan optimistis bursa Asia dan terkonsolidasinya indeks ekuitas berjangka AS.

“Investor mengambil langkah aman akan adanya aksi profit taking pascaoptimisme minggu lalu akibat data ekonomi global yang rilis diatas ekspektasi.”

Saham-saham di sektor Industri Dasar (-2,21%) menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan dimana terkoreksinya perusahaan Produsen semen dan peternakan menjadi pemicunya setelah alami penguatan signifikan. Naiknya harga ayam sejak menjelang Ramadhan dan peningkatan volume penjualan diberbagai emiten semen menjadi katalis penguatan kedua sektor tersebut dipekan lalu.

Baca juga: Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan

Sementara itu, Bursa Asia ditutup mixed dengan pelemahan terjadi pada indeks saham TOPIX (-0,22%) dijepang sedangkan indeks Nikkei (+0,01%), Hang Seng (+0,45%) dan CSI300 (+2,43%) naik. Ekuitas di Tiongkok naik setelah alami pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini yang tertinggi sejak 30 tahun terakhir. Investor terlihat optimistis pada prospek ekonomi di Tiongkok pada pemulihan ekonomi global.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan menguat tipis diawal pekan. Indeks FTSE (+0,12%), DAX (+0,04%) dan CAC40 (+0,14%) naik di zona hijau. Investor menimbang momentum rilisnya laporan keuangan kuartal pertama dan pemulihan ekonomi global. Indeks berjangka AS terkonsolidasi menjadi faktor utama pergerakan yang cenderung tipis di awal sesi.

“Risiko kenaikan biaya pinjaman menghantui investor setelah pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat ditandai inflasi yang naik signifikan.” Aca