Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan setelah berhasil menguat tipis pada perdagangan akhir pekan lalu.

Head of Research Equity Research Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG rebound pada bullish trend line dan mencoba uji resistance moving average 5 hari sebagai konfirmasi penguatan lanjutan jangka pendek. 

“Indikator stochastic memasuki area oversold dengan MACD yang bergerak undervalue. Sehingga diperkirakan secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan support resistance 5.980-6.098,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Senin, 26 April 2021.

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADRO, BBCA, BJBR, BMRI, HRUM, PTBA, dan SRIL.

Baca juga: 

Pada pekan lalu, IHSG (+0,38%) naik 22,68 poin ke level 6.016,86 di akhir pekan dan mampu kembali bergerak di atas level psikologis. Saham-saham disektor aneka Industri (+2,95%) dan Keuangan (+0,78%) menjadi leader penguatan hingga akhir sesi perdagangan. Saham BBCA (+2,8%) dan ASII (+3,2%) naik lebih dari dua persen. 

“Investor asing tercatat net sell sebesar Rp41,42 miliar namun secara year to date investor asing masih tercatat net buy sebesar Rp8,89 triliun.”

Sementara itu, Indeks saham Nikkei (-0,57%) dan TOPIX (-0,39%) di Jepang turun sedangkan Indeks Hang Seng (+1,12%) dan CSI300 (+0,91%) naik. Optimisme akan data ekonomi yang kuat menambah bukti momentum pemulihan ekonomi global di tengah kasus Covid-19 yang melonjak pekan ini.

Adapun, Bursa Eropa menutup pekan dengan pergerakan yang terkonsolidasi. Indeks FTSE (+0,01%), DAX (-0,27%) dan CAC40 (-0,15%) terkonsolidasi hingga akhir sesi perdagangan. Sedangkan saham-saham di AS naik di akhir pekan setelah data menunjukkan penjualan rumah baru AS rebound ke level tertinggi sejak tahun 2006. 

“Sementara itu output di produsen dan penyedia layanan juga mencapai rekor tertinggi pada bulan April. Selanjutnya di akhir bulan Investor akan cenderung berhati-hati menyambut data indeks kinerja sektor manufaktur dan inflasi awal bulan Mei 2021.” Aca