Reliance Sekuritas: IHSG Mencoba Menguat

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak terkonsolidasi dengan mencoba menguat setelah terkoreksi -0,68% pada perdagangan sebelumnya. 

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi, mengatakan bahwasecara teknikal IHSG berpotensi menguji kembali bullish trendline dan support level

Dia menjelaskan, indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada area dekat oversold dengan MACD yang bergerak undervalue. “Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi mencoba menguat dengan support resistance 5.946-6.035,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Selasa, 6 April 2021. 

Baca juga: Erdikha Sekuritas: IHSG Masih Bergerak Konsolidasi

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADHI, ADRO, BSDE, DOID, INDY, MAPI, MIKA, PTPP, dan WSKT.

Kemarin, IHSG (-0,68%) ditutup naik 41,17 poin ke level 5.970,29 dengan sektor properti (-1,87%) memimpin pelemahan dengan saham-saham konstruksi yang menjadi triger negatif setelah investor melihat prospek kinerja keuangan di sektor konstruksi yang relatif negatif pada tahun 2020 yang berpotensi membuat arus kas di tahun 2021 cukup berat. “Pembatasan sosial berskala besar di tahun lalu yang mengakibatkan penundaan proyek-proyek konstruksi menjadi faktor utama memburuknya kinerja emiten kontruksi.” 

Baca juga: Laba Bersih Mark Dynamics Naik 63,85 Persen Menjadi Rp144,19 M

Investor juga mencermati aksi jual investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar. Secara year to date investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp1,17 triliun  dengan saham ASII, ICBP dan BBCA yang terbanyak.

Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia mengawali pekan dengan menguat. Indeks Nikkei (+0,79%) dan TOPIX (+0,60%) di saat Tiongkok dan Hong Kong masih ditutup libur. Indeks kontrak berjangka AS menjadi faktor pendorong optimisme investor di saat investor mencerna laporan pekerjaan yang rilis cukup kuat tak terduga pada hari Jumat. Saham di India merosot paling tajam dalam lima minggu dengan lebih dari 100.000 kasus Covid-19 baru tercatat dalam 24 jam. “Banyak pasar tutup untuk hari libur, termasuk China dan Hong Kong, serta sebagian besar Eropa.”

 Baca juga: Sepanjang Pekan Lalu Kapitalisasi Pasar IHSG Susut Rp208 Triliun

Adapun, Bursa Eropa mayoritas masih ditutup libur paskah. Pound menguat ke level tertinggi dua minggu terhadap dolar karena Perdana Menteri Boris Johnson mendorong rencana untuk membuka kembali ekonomi. Minyak turun setelah para pemimpin OPEC + memutuskan untuk meningkatkan produksi dan karena lonjakan infeksi Covid-19 India menggarisbawahi risiko terhadap permintaan energi. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,8% menjadi US$60,33 per barel. Minyak mentah Brent turun 1,9% menjadi US$63,64 per barel. 

“Selanjutnya investor terfokus pada Federal Reserve AS menerbitkan risalah dari pertemuan Maret pada hari Rabu. Jepang menerbitkan nomor neraca pembayarannya pada hari Kamis. Data harga konsumen dan produsen China akan dirilis hari Jumat. Ketua Fed Jerome Powell mengambil bagian dalam panel IMF tentang ekonomi global hari Jumat.” Aca

Leave a Reply