1
1

Komitmen Jiva Sejahterakan Petani dengan Akses Teknologi dan Inklusi Finansial

Para petani sedang menanam padi di sawah. | Foto: Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA — Jiva, perusahaan agritech yang berkomitmen untuk mensejahterakan petani di Indonesia dengan akses teknologi dan inklusi finansial, terpilih menjadi salah satu dari 17 perusahaan digital yang berpartisipasi dalam event “SDG Digital” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York.

Acara ini diinisiasi oleh the United Nations Development Programme (UNDP). Masing-masing perusahaan yang terpilih akan mewakili satu Sustainable Development Goals (SDGs) dan satu negara. Dalam kesempatan ini, Jiva mewakili Indonesia dan SDG Goal 2 dalam mengatasi isu kelaparan global.

Pertanian menyumbang hampir 14% PDB Indonesia. Sektor ini merupakan sektor ekonomi yang penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Selain itu, perubahan iklim yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap ketahanan pangan di Indonesia.

|Baca juga: Fintech Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Tidak mengherankan jika salah satu inisiatif besar pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional adalah digitalisasi industri pertanian, dan transformasi digital berkelanjutan pada industri di sekitarnya. Namun, karena pertanian sebagian besar berlokasi di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi, maka pendekatan digital sepenuhnya tidaklah praktis.

Komitmen Jiva untuk pertanian Indonesia dan ketahanan pangan didukung oleh salah satu capaian pertemuan Asean Summit ke-43, saat itu ada pertemuan para pemimpin ASEAN yang melakukan deklarasi penguatan ketahanan pangan dan nutrisi sebagai Response to Crisis.

Deklarasi ini menitikberatkan pada dua strategi penanganan krisis pangan yaitu, aksi cepat ASEAN dalam menghadapi krisis pangan dan gizi serta meningkatkan kesiapan ASEAN dalam mengantisipasi krisis pangan di masa mendatang melalui penguatan ketangguhan serta keberlanjutan (sustainability) sistem pertanian dan pangan.

“Visi dan misi kami dalam pemberdayaan pertanian kini menjadi agenda strategis dalam lingkup nasional dan global. Oleh karena itu, Jiva akan terus memberdayakan petani kecil dan pengusaha pedesaan untuk menerapkan praktik yang lebih baik. Jiva berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup dan memberantas kelaparan bagi 450 petani kecil di seluruh dunia yang saat ini hidup dalam kondisi sulit. Platform kami telah terbukti meningkatkan pendapatan petani sebesar 25%, meningkatkan hasil panen hingga 49%, dan meningkatkan akses ke input pertanian sebesar 70%,” ujar CEO Jiva, Ramanarayanan Mahadevan, dalam keterangan resmi, Senin, 18 September 2023.

Oleh karenanya, Jiva membangun produk teknologi dan layanan yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi para petani di lapangan melalui penyediaan empat layanan utama bagi petani Indonesia: menjual input pertanian berkualitas tinggi (benih, pestisida, dan herbisida) dengan harga wajar, menyediakan fasilitas kredit untuk membeli input melalui Jiva, memberikan konsultasi agronomi berbasis AI, dan membeli hasil panen langsung dari petani di harga pasar yang wajar.

Pada tahun 2023 ini, Jiva akan terus melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan pemerintah Indonesia, asosiasi bisnis, dan organisasi pertanian, serta berupaya untuk memperluas kemitraan lebih lanjut ke dalam ekosistem.

 

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Market Brief: Dow dan Nasdaq Anjlok Jelang Kebijakan The Fed
Next Post Bank DBS Indonesia Edukasi Nasabah Tentang Perlindungan Data

Member Login

or