1
1

Bank DBS Indonesia dan Batavia Hadirkan Reksa Dana Syariah Offshore Berdenominasi Dolar AS

Director Consumer Banking Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom dan President Director Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi bersama jajaran Manajemen Bank DBS Indonesia dan Batavia resmi menghadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD. | Foto: Bank DBS Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia bersama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) menjalin kerja sama dengan menghadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD. Produk tersebut merupakan reksa dana syariah offshore berdenominasi dolar AS.

Reksa dana tersebut memberikan akses kepada investor untuk berinvestasi pada saham perusahaan global yang memenuhi prinsip syariah dan bergerak di sektor emas, perak, logam mulia, dan komoditas terkait.

Produk ini memberikan alternatif bagi investor dengan profil agresif dan bertoleransi tinggi untuk mendiversifikasi portofolio melalui eksposur terhadap saham perusahaan di sektor emas dan logam mulia serta komoditas global lainnya, tanpa berinvestasi secara langsung pada emas fisik.

Batavia Gold Sharia Equity USD dapat diakses melalui Bank DBS Indonesia dengan pembelian pertama kali minimum US$10.000. Kerja sama Bank DBS Indonesia dan Batavia Prosperindo diumumkan dengan penandatanganan simbolis dan sesi berbagi insights mengenai perkembangan dan prospek saham di sektor emas serta komoditas global.

Penandatanganan dilakukan oleh Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia Boy Suhendry, serta pemaparan mengenai Batavia Gold Sharia Equity USD oleh Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi, di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Di tengah lanskap ekonomi global yang terus dipengaruhi perubahan ekspektasi suku bunga dan dinamika nilai tukar, investor semakin memperhatikan pentingnya membangun portofolio yang terdiversifikasi.

|Baca juga: Begini Jurus BCA Syariah Genjot Pasar KPR dan KKB yang Lagi Lesu

|Baca juga: Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69% hingga Agustus 2026

Memasuki kuartal IV/2026, pasar menghadapi harga energi tinggi, meski aset berisiko tetap tangguh berkat laba perusahaan yang solid, di mana DBS CIO menilai investor perlu lebih selektif dengan menjaga diversifikasi lintas aset dan memperluas eksposur.

Dalam konteks ini, sektor emas dan komoditas global menjadi perhatian karena karakteristiknya yang berbeda dari aset finansial lainnya. DBS CIO memandang emas dan komoditas tetap memiliki peran strategis dalam portofolio investasi.

Hal itu didukung oleh tren jangka panjang seperti meningkatnya kebutuhan sumber daya alam, transisi energi, pembangunan infrastruktur, serta isu ketahanan sumber daya global. DBS CIO juga menilai untuk mempertahankan posisi overweight pada emas dan sejumlah aset alternatif seperti komoditas global.

Pada Agustus 2026, ETF emas global mencatat arus dana masuk sebesar US$18 miliar, dengan total aset kelolaan mencapai US$615 miliar. Di sisi lain, permintaan struktural dari bank sentral dan investor jangka panjang turut memperkuat relevansi sektor ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Dengan latar belakang tersebut, Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan alternatif bagi investor Indonesia dengan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang untuk memperoleh eksposur terhadap tema emas dan logam mulia melalui saham perusahaan global berbasis dolar AS dan efek syariah luar negeri.

Portofolio reksa dana ini mencakup sekitar 56 perusahaan global yang dipilih melalui proses investasi yang disiplin dan berbasis fundamental, mencakup kualitas manajemen, kesehatan finansial perusahaan, tren pertumbuhan, serta pengelolaan risiko yang ketat.

“Dinamika ekonomi global mendorong investor untuk mempertimbangkan strategi investasi yang terukur,” kata Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom.

Ia menambahkan saham di sektor emas merupakan salah satu aset yang dapat dipertimbangkan dalam diversifikasi portofolio investor dengan profil risiko yang agresif dan bertoleransi tinggi dalam menghadapi volatilitas.

“Melalui kerja sama dengan Batavia dalam menghadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD, kami ingin memberikan alternatif bagi investor yang mencari eksposur terhadap sektor emas dan komoditas global melalui saham berdenominasi dolar AS dengan tetap memperhatikan prinsip syariah,” jelasnya.

Presiden Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi mengatakan dinamika pasar global membuat investor semakin perlu melihat peluang investasi dari berbagai kelas aset dan wilayah, sekaligus membuka perspektif baru dalam membangun portofolio.

Dirinya menjelaskan Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan kesempatan bagi investor untuk mengenal lebih jauh potensi sektor emas dan komoditas global melalui saham perusahaan terkait, dengan denominasi dolar AS.

“Kami percaya perluasan akses terhadap produk investasi global yang tepat dapat membuka lebih banyak pilihan bagi investor dalam membangun portofolio jangka panjang,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Begini Jurus BCA Syariah Genjot Pasar KPR dan KKB yang Lagi Lesu
Next Post BCA Syariah Bidik Gen Z, Pembiayaan Emas Mulai Jadi Pilihan

Member Login

or