Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank BCA Syariah mengubah strategi bisnis pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada 2026. Di tengah pertumbuhan pembiayaan konsumer dan penyaluran KPR serta KKB industri yang melambat, perseroan kini lebih fokus memperkuat penetrasi di jaringan mitra.
Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan mengatakan strategi tersebut merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya ketika perseroan lebih banyak memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku industri properti dan otomotif.
“Masuk 2026, kita lebih kepada penetrasi, handling-nya. Jadi kita perkuat penetrasi kita di marketplace, karena kita enggak mungkin kerja samanya sudah banyak, tapi enggak kuat megangnya,” ujar Bukit dalam acara Kick of BCA Syariah di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada Agustus 2026, kredit konsumsi tumbuh 5,0 persen secara tahunan, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Juli sebesar 5,3 persen.
KPR tumbuh 4,2 persen secara tahunan, melambat dari 4,3 persen pada Juli. Sementara itu, KKB masih mengalami kontraksi sebesar 10,3 persen, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi 10,0 persen pada bulan sebelumnya.
Pada periode sebelumnya, BCA Syariah memperbanyak rekanan bisnis, termasuk developer untuk pembiayaan KPR dan dealer untuk pembiayaan KKB. Setelah jaringan tersebut semakin luas, fokus perseroan pada 2026 bergeser untuk mengoptimalkan kerja sama yang sudah berjalan.
|Baca juga: Permata Bank Lepas Seluruh Saham di Honest Financial Technologies, Segini Nilainya!
|Baca juga: BCA Syariah Siapkan Pembiayaan Emas di MyBCA Mulai 2027
Menurut Bukit, memperbanyak mitra saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan. Bank juga perlu memastikan kehadirannya di setiap jaringan bisnis yang telah dibangun agar peluang pembiayaan dapat dikonversi menjadi penyaluran.
Karena itu, BCA Syariah memperkuat hubungan dengan developer dan dealer melalui pengelolaan kerja sama yang lebih aktif. Salah satunya dilakukan dengan meningkatkan kunjungan dan membangun relasi secara lebih intensif dengan para mitra.
Bukit mengatakan kecepatan proses pengajuan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga bisnis KPR dan KKB. Perseroan pun berupaya memastikan setiap aplikasi yang masuk dapat diproses sesuai dengan Service Level Agreement (SLA) yang telah ditetapkan.
Selain SLA, kualitas layanan juga menjadi perhatian BCA Syariah. Menurut Bukit, kecepatan pemrosesan dan layanan kepada nasabah perlu dijaga bersamaan agar kerja sama dengan developer maupun dealer dapat memberikan hasil yang optimal.
“Kita jagain SLA-nya, kemudian juga layanan dan servis. Karena kunci itu menurut saya tiga hal itu adalah penting di dalam bisnis kita menjalankan bisnis,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
