1
1

OCBC (NISP) Bukukan Laba Bersih Rp2,7 Triliun di Semester I/2026

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja. | Foto: Instagram @parwatisurjaudaja

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC membukukan laba bersih Rp2,7 triliun pada semester pertama 2026, didukung oleh peningkatan total pendapatan enam persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp6,9 triliun. Sedangkan beban operasional lainnya meningkat satu persen YoY menjadi Rp3,1 triliun.

Sementara hingga Juni 2026, total kredit meningkat sebesar 11 persen YoY menjadi Rp185,3 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11 persen YoY, mencapai Rp239,9 triliun.

Perkembangan tersebut didorong oleh dana giro dan tabungan (CASA) menjadi Rp145,2 triliun atau meningkat 26 persen YoY dengan rasio CASA meningkat menjadi 60,5 persen yang mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus kuat terhadap OCBC.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, total aset OCBC meningkat 11 persen menjadi Rp329,5 triliun, dengan total ekuitas tumbuh delapan persen menjadi Rp44,4 triliun. Hal ini mencerminkan fundamental yang semakin kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan kinerja yang positif pada semester pertama tahun ini semakin memperkuat fondasi OCBC untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

|Baca juga: Pinhome: Calon Pembeli Rumah Kini Lebih Selektif Memilih Skema Pembiayaan

|Baca juga: GoTo Cetak Laba Bersih Rp252 Miliar di Kuartal II/2026

“Kami terus meningkatkan kapabilitas dalam melayani kebutuhan nasabah, termasuk wealth management yang terus berkembang di Indonesia,” kata Parwati, dalam keterangan resminya, Kamis, 30 Juli 2026.

Per Juni 2026, tingkat permodalan dan likuiditas OCBC tetap terjaga dengan baik, tercermin dari tingkat kecukupan modal (CAR) sebesar 23,1 persen dan rasio kecukupan likuiditas (LCR) sebesar 233,2 persen. Sehingga, memberikan ruang yang memadai bagi Bank untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kualitas aset OCBC tetap terjaga dengan Kredit Bermasalah Bruto (NPL gross) yang terjaga di level 1,9 persen dan Loan at Risk (LaR) membaik menjadi 4,8 persen dari 5,5 persen pada tahun sebelumnya dengan pencadangan NPL yang memadai sebesar 230,0 persen.

Ke depan, OCBC akan terus melakukan pengembangan kapabilitas digital untuk memberikan pengalaman perbankan yang semakin relevan bagi nasabah. Pada semester pertama 2026, total nilai transaksi melalui e-channel mencatatkan pertumbuhan hingga 15 persen YoY.

Pengguna aktif individu internet banking dan OCBC Mobile meningkat sebesar enam persen YoY, sedangkan pengguna aktif OCBC Business untuk nasabah korporasi mengalami peningkatan sebesar 23 persen YoY.

Sejalan dengan aspirasi Larger Scale, Deeper Expertise, Greater Impact, OCBC juga terus memperkuat kapabilitas wealth management untuk membantu nasabah mengelola, melindungi, dan menumbuhkan aset sesuai kebutuhan dan aspirasi finansialnya.

Salah satunya dengan menghadirkan inovasi seperti Wealth Report sebagai bagian dari proses perencanaan keuangan dan investasi yang dikenal dengan Wealth Discovery. Wealth Report memberikan data dan insight lengkap bagi nasabah untuk dapat menentukan pilihan investasi yang didukung akses yang semakin mudah melalui OCBC Mobile.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Ditutup Menguat di Tengah Geopolitik Memanas

Member Login

or