1
1

Solopreneur Tak Harus Mulai dari Bisnis Besar, Ini Kata Bank Saqu

Ilustrasi. | Foto: Bank Saqu

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Saqu mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, hingga hobi menjadi peluang usaha di tengah perubahan dunia kerja dan bisnis yang semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu Willy Apriando dalam sesi bertajuk ‘Having Solopreneur Mindset in a Fast-Changing World‘ pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, 24-26 September 2026.

Willy mengatakan menjadi solopreneur tidak selalu berarti langsung membangun bisnis dalam skala besar. Menurut dia, peluang usaha dapat dimulai dari aktivitas yang sudah dilakukan sehari-hari, seperti pekerjaan, side hustle, pekerjaan freelance, maupun hobi yang memiliki nilai ekonomi.

“Solopreneur bukan sekadar status pekerjaan, tetapi juga mindset untuk mengembangkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki menjadi peluang,” ujar Willy dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin, 28 September 2026.

Menurut Willy, keberanian untuk memulai, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi menjadi sejumlah hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan peluang tersebut. Langkah awal dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah yang ingin diselesaikan dan memahami kebutuhan target pasar.

|Baca juga: Zurich Soroti Dampak Gangguan Kesehatan Mental terhadap Produktivitas dan Ketahanan Ekonomi

Setelah itu, calon pelaku usaha dapat melakukan validasi secara sederhana sebelum mengembangkan bisnis dalam skala yang lebih besar. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha menguji peluang tanpa harus langsung mengeluarkan sumber daya dalam jumlah besar.

|Baca juga: OJK Soroti Literasi Dana Pensiun Masih Rendah, Ini 4 Agenda Penguatannya!

Selain pengembangan usaha, aspek keuangan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan sejak awal. Willy menekankan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis agar arus kas usaha dapat dipantau dengan lebih jelas.

Pengelolaan cash flow juga diperlukan agar pelaku usaha dapat menyesuaikan kebutuhan finansial dengan kondisi dan perkembangan bisnis. Akses terhadap produk atau layanan keuangan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Dalam forum tersebut, Bank Saqu turut membahas pentingnya akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang kolaborasi bagi solopreneur. Pembahasan ini menjadi bagian dari agenda FEKDI x IFSE 2026 yang mempertemukan pelaku industri ekonomi dan keuangan digital.

Selanjutnya, Bank Saqu akan menggelar Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club – Match. Make. Grow pada 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan solopreneur dengan founder, pemilik brand, pemasok, mitra strategis, hingga pembeli dalam ekosistem bisnis.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perkuat Pola Hidup Sehat, Inhealth Hadirkan Health & Wellness Festival
Next Post Studi Sun Life Asia: Mewariskan Kekayaan Saja Tidak Cukup untuk Generasi Penerus

Member Login

or