Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku terus melakukan penyempurnaan terkait produk Asuransi Yang Dikaitkan Investasi (PAYDI) atau unitlink. Harapannya produk tersebut bisa berdampak positif terhadap kontribusinya atas pendapatan premi di asuransi jiwa di masa mendatang.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono membenarkan OJK melakukan penyempurnaan ketentuan terkait PAYDI dalam rangka mengurangi hambatan implementasi, khususnya pada aspek pemasaran, dengan tetap mengedepankan pelindungan kepentingan pemegang polis.
|Baca juga: Premi Asuransi Diramal Tumbuh 6% di 2026, Bos OJK: Mencerminkan Proses Konsolidasi!
|Baca juga: Saham Woori Finance (BPFI) Berfluktuasi Tajam, Manajemen Akhirnya Buka Suara
“Langkah ini juga bertujuan memastikan produk dipasarkan secara lebih transparan, sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Jumat, 17 April 2026.
Sebelumnya, Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au menyatakan, Allianz Indonesia berkomitmen untuk memperkuat portofolio unitlink atau PAYDI. Apalagi, kontribusinya menyumbang 74 persen dari total premi asuransi jiwa perusahaan per Desember 2025.
|Baca juga: Jalankan Program Penjaminan Polis Asuransi, LPS Siapkan SDM hingga Infrastruktur
|Baca juga: IMF dan Investor Global Beri Pujian untuk Ekonomi Indonesia, Ini Alasannya!
|Baca juga: IFG Life Laksanakan Amanah Pembayaran Klaim Polis Eks Jiwasraya
“Allianz menekankan pentingnya penyederhanaan produk, transparansi informasi, serta penguatan tata kelola sebagai langkah strategis yang selaras dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan untuk membangun kepercayaan nasabah,” katanya.
Ia menambahkan pemanfaatan berbagai alat digital untuk meningkatkan kualitas pengelolaan produk dan pengalaman nasabah, kolaborasi dengan Allianz Global Investors Indonesia untuk mendukung kinerja dana unitlink, serta edukasi intensif kepada nasabah dan tenaga pemasar, turut menjadi bagian dari strategi Allianz.
“(Hal itu dilakukan) dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
