1
1

BPJS Kesehatan Jalin Kerja Sama dengan Lazismu, Lunasi Tunggakan Anggota Muhammadiyah

Lazismu dan BPJS Kesehatan resmi melakukan perjanjian kerja sama di Aula Masjid At Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta pada Senin (13/05). | Foto: muhammadiyah.or.id

Media Asuransi, JAKARTA – Sebanyak 67 anggota Muhammadiyah yang memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan di wilayah Jakarta, mendapat donasi dari Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) melalui program USAID Catalyze. Donasi tersebut diberikan kepada BPJS Kesehatan melalui kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro, mengatakan bahwa kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan organisasi Muhammadiyah bukan kali pertama terjadi. Hingga saat ini, sebanyak 115 jejaring Rumah Sakit PKU Muhammadiyah telah melayani peserta JKN di seluruh Indonesia.

“Kerja sama yang dilakukan dengan Lazismu, semakin melengkapi kebermanfaatan Program JKN kepada seluruh masyarakat. Kami menyadari tidak semua penduduk Indonesia memiliki kemampuan membayar yang baik dalam mengikuti program JKN. Masih banyak yang tidak memiliki kemampuan membayar namun tidak mendapat program subsidi dari pemerintah (pusat maupun daerah), sehingga kepesertaan jaminan kesehatan mereka menjadi non aktif karena memiliki tunggakan iuran yang cukup siginifikan,” kata Arief dalam keterangan resmi, Rabu, 15 Mei 2024.

|Baca juga: BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan HIRA Optimalkan Sistem Jaminan Kesehatan

Adapun ruang lingkup pekerjaan dalam kerja sama tersebut yaitu penggalangan dana zakat, infak dan sedekah, penyaluran sedekah kepada anggota muhammadiyah untuk pendaftaran peserta baru, penyaluran zakat, infak dan sedekah kepada anggota Muhammadiyah untuk peserta yang menunggak iuran, pelaksanaan Training of Trainer (ToT) kepada anggota Muhammadiyah yang ditetapkan dan sosialisasi Program Jaminan Sosial dan JKN kepada anggota Muhammadiyah.

Atas kondisi tersebut, BPJS Kesehatan telah memberikan solusi melalui inovasi program Pendanaan Masyarakat Peduli JKN (PIPMPJ). Program tersebut merupakan sebuah katalisator yang sangat baik dan akuntabel bagi para donatur baik dari sektor individu, badan usaha, maupun badan amal zakat.

“Kami mengapresiasi langkah Lazismu yang telah berkontribusi dalam memberi bantuan untuk membayarkan tunggakan kepesertaan. Harapannya langkah yang dilakukan dapat menjadi contoh bagi lembaga lainnya untuk turut berperan serta dalam program pendanaan Program JKN,” jelas Arief.

|Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Keberhasilan Penerapan UHC dalam Annual Health Financing Forum Pertemuan Tahunan di AS

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono, mengatakan masyarakat harus berbangga Indonesia termasuk negara yang sangat cepat dalam mencapai UHC untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui Program JKN. Upaya ini merupakan langkah yang tidak mudah tanpa adanya upaya inovasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder.

Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin, mengatakan bahwa sinergi lintas lembaga yang dilakukan sangat penting untuk memberikan akses terhadap sistem layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, sinergi yang dibangun bukan hanya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang berkualitas, namun juga sebagai langkah bersama dalam mempercepat capaian UHC.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menuturkan kolaborasi Lazismu bersama BPJS Kesehatan melalui program USAID Catalyze berupaya menyelesaikan satu permasalahan yang dialami oleh para anggota Muhammadiyah yang diimpit masalah akses kesehatan di sektor pendidikan.

Editor: S. Edi Santosa

 

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kinerja FWD Insurance Melambat di 2023
Next Post USAID ACTIVE Bekerja Sama dengan PISAgro dan AAUI Dorong Peningkatan Adopsi Asuransi Pertanian Di Indonesia

Member Login

or