1
1

Kinerja FWD Insurance Melambat di 2023

PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) mampu membukukan pertumbuhan pendapatan premi secara tahunan. | Foto: Media ASuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) mampu membukukan pertumbuhan pendapatan premi sebesar 9,88 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan premi perseroan meningkat menjadi Rp2,4 triliun di 2023 dibanding tahun sebelumnya Rp2,19 triliun.

Sedangkan pendapatan premi neto FWD Insurance per Desember 2023 nilainya mengalami kenaikan 14,5 persen yoy, menjadi Rp2,16 triliun di 2023 dari sebesar Rp1,89 triliun pada 2022.

|Baca juga: Fitch Naikkan Peringkat FWD Insurance Indonesia Jadi A+ Outlook Stabil

Namun, hasil kinerja FWD Insurance di sepanjang 2023 ada beberapa indikator keuangannya yang mengalami perlambatan pertumbuhannya dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasar laporan keuangan (audited) perseroan yang dikutip, Rabu, 15 Mei 2024, FWD Insurance mengalami rugi bersih setelah pajak sebesar Rp1,90 triliun pada 2023. Kerugiannya membengkak hingga 580,78 persen dibanding tahun sebelumnya dengan nilai kerugian sebesar Rp279,83 miliar.

Dalam laporan keuangan FWD Insurance disebutkan bahwa ada tambahan beban usaha lainnya di tahun 2023 sebesar Rp1,48 triliun pada 2023. Sementara di tahun sebelumnya tidak tercatat ada  beban usaha lainnya.

|Baca juga: FWD Insurance Buka Kantor Pemasaran Mandiri Berbagai Wilayah

Kalau ditilik pada jumlah beban klaim dan manfaat perseroan per Desember 2023 juga naik sebesar Rp2,3 triliun, meningkat 22,26 persen dibandingkan per Desember 2022 tercatat sebesar Rp1,89 triliun. Sementara, jumlah liabilitas di 2023 juga mengalami penurunan sebesar Rp6,46 triliun, atau turun 10,58 persen dibandingkan 2022 yang tercatat sebesar Rp7,2 triliun.

Per Desember 2023, jumlah ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp3,31 triliun, turun hingga 36 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar Rp5,19 triliun. Demikian pula dengan jumlah aset mengalami penurunan menjadi Rp9,78 triliun di 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp12,4 triliun.

Sementara itu, tingkat kesehatan risk based capital (RBC) FWD Insurance sebesar 259 persen di tahun 2023, jauh di atas yang ditetapkan OJK sebesar 120 persen, namun  RBC  tersebut turun dibandingkan 2022 ada di angka 362 persen.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Izin Usaha Paytren Dicabut OJK, Yusuf Mansur: Tidak Apa-apa Semoga Jadi Ibadah!
Next Post BPJS Kesehatan Jalin Kerja Sama dengan Lazismu, Lunasi Tunggakan Anggota Muhammadiyah

Member Login

or