Media Asuransi, JAKARTA – Pneumonia adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Diperlukan vaksin pneumonia vaksin untuk mencegah penyakit akibat pneumokokus ini.
Dikutip dari laman Halodoc, vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan agen penyebab pneumonia, sehingga membantu mencegah atau mengurangi keparahan penyakit tersebut.Vaksin pneumonia berfungsi memberikan stimulus pada tubuh guna memproduksi antibodi yang dapat melawan bakteri dan virus.
|Baca juga: Mengenal Apa Itu Pneumonia yang Merenggut Hidup Bintang ‘Meteor Garden’ Barbie Hsu
Berikut tujuan pemberian vaksin pneumonia:
- Melindungi tubuh dari infeksi
Tujuan utama pemberian vaksin tentu saja melindungi tubuh dari infeksi penyebab penyakit ini. Dengan menerima vaksin, komplikasi akibat pneumonia bisa kamu cegah.
- Mengurangi keparahan penyakit
Individu yang punya risiko tinggi dan belum menerima vaksin juga perlu mendapatkan vaksin ini. Fungsinya membantu mengurangi keparahan penyakit.
- Melindungi kelompok rentan
Saat melakukan imunisasi pneumonia, ini memiliki peran penting dalam melindungi kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan imunitas lemah. Kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia sehingga perlu mendapat pelindungan lebih melalui vaksinasi.
- Mencegah penyebaran penyakit
Pemberian vaksin membantu mengurangi penyebaran bakteri atau virus penyebab pneumonia di masyarakat. Hal ini tentu memiliki dampak positif dalam pencegahan wabah atau penyebaran penyakit.
- Mengendalikan beban kesehatan masyarakat
Pneumonia mengakibatkan beban kesehatan masyarakat yang signifikan, baik dalam hal biaya perawatan medis maupun dampak terhadap produktivitas. Pemberian vaksin pneumonia bertujuan untuk mengurangi angka kesakitan dan mengontrol beban kesehatan masyarakat.
|Baca juga: Mengenal Sindrom Stevens-Johnson (SJS) dan Cara Penanganannya
Mengapa Vaksin Pneumonia Penting?
Pneumonia dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama pada anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan individu dengan kondisi medis tertentu.
Vaksinasi pneumonia membantu mencegah penyakit ini dan komplikasinya, seperti:
– Infeksi darah (bakteremia)
– Meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang)
– Infeksi telinga
– Kerusakan paru-paru
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumonia?
Vaksin pneumonia direkomendasikan untuk kelompok usia dan kondisi kesehatan tertentu, termasuk:
– Anak-anak: Vaksin PCV13 direkomendasikan untuk semua anak di bawah usia dua tahun dalam serangkaian dosis.
– Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas: Vaksin PPSV23 direkomendasikan untuk semua orang dewasa dalam kelompok usia ini.
– Individu dengan kondisi medis tertentu: Orang dengan kondisi medis kronis seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, HIV/AIDS, atau gangguan sistem kekebalan tubuh harus berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksinasi pneumonia.
– Perokok: Perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia dan komplikasi terkait. Vaksinasi direkomendasikan untuk kelompok ini.
Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia
Vaksin pneumonia tersedia dalam beberapa jenis untuk melindungi terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.
Berikut ini beberapa jenis vaksin PCV.
Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)
- PCV10
Vaksin ini dirancang untuk memberikan pelindungan terhadap 10 tipe bakteri Streptococcus pneumoniae. PCV10 biasanya diberikan kepada anak-anak yang berusia di bawah lima tahun.
Vaksin ini merupakan bagian dari jadwal imunisasi rutin untuk anak-anak, dengan tujuan untuk melindungi mereka dari infeksi yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis.
- PCV13
Vaksin ini memberikan pelindungan terhadap 13 tipe bakteri Streptococcus pneumoniae. PCV13 dapat diberikan tidak hanya kepada anak-anak tetapi juga kepada orang dewasa yang memiliki risiko tinggi terkena pneumonia, seperti mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Vaksin ini membantu mengurangi risiko infeksi yang menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah.
|Baca juga: Sejarah Perkembangan Produk Asuransi Penyakit Kritis
- PCV15
Vaksin ini memberikan pelindungan terhadap 15 tipe bakteri Streptococcus pneumoniae. PCV15 adalah salah satu vaksin yang lebih baru dan telah mulai digunakan dalam program imunisasi di beberapa negara.
Dengan spektrum pelindungan yang lebih luas dibandingkan PCV10, vaksin ini bertujuan untuk meningkatkan pencegahan terhadap infeksi pneumokokus.
- PCV20
Vaksin ini melindungi terhadap 20 tipe bakteri Streptococcus pneumoniae, menjadikannya salah satu vaksin dengan cakupan terluas yang tersedia saat ini. PCV20 adalah inovasi terbaru dalam vaksin pneumokokus, menawarkan pelindungan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan PCV13 dan PCV15.
Vaksin ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam upaya pencegahan pneumonia dan penyakit pneumokokus lainnya di berbagai populasi.
Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPSV23)
- PPSV23 adalah vaksin yang memberikan pelindungan terhadap 23 tipe bakteri Streptococcus pneumoniae.
Vaksin ini biasanya direkomendasikan untuk orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas serta orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu yang meningkatkan risiko mereka terkena pneumonia, seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru kronis, atau kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
- PPSV23 membantu mencegah infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi serius dan mengancam jiwa.
Efek Samping Vaksin Pneumonia
Vaksin pneumonia berfungsi untuk melindungi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi serius lainnya.
Meskipun umumnya aman, vaksin ini tetap dapat menyebabkan beberapa efek samping ringan hingga sedang.
- Efek Samping Ringan (Umum)
– Nyeri, kemerahan, dan bengkak di area suntikan
– Demam ringan
– Kelelahan dan sakit kepala
– Nyeri otot
– Nyeri sendi
- Efek Samping Sedang (Jarang)
– Demam tinggi (>39°C)
– Reaksi alergi ringan (muncul ruam, gatal-gatal)
- Efek Samping Berat (Sangat Jarang)
– Anafilaksis (reaksi alergi parah dengan kesulitan bernapas)
– Kejang demam (pada anak-anak, tetapi sangat jarang)
Sebagian besar efek samping bersifat sementara dan hilang dalam 1–3 hari. Namun, apabila terjadi reaksi alergi parah atau efek samping yang menetap, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

