1
1

Harga Emas Melemah Usai Simposium Jackson Hole

Ilustrasi: | Foto: Unsplash

Media Asuransi, GLOBAL – Harga emas berbalik arah dan turun lebih dari 3 persen pada hari Jumat, 28 Agustus 2026 kemarin dipicu peluang kenaikan bunga acuan Federal Reserve setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh terbaru di Simposium Jackson Hole.

|Baca juga: Bank Mega Syariah Sebut Pembiayaan Emas Kian Diminati Masyarakat

Emas spot turun 2,9 persen menjadi $4.567,23 per ons pada pukul 17:44 GMT,  atau Sabtu dinihari pukul 00.44 WIB. Harga ini merupakan level terendah sejak 20 Agustus. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 2,9% pada $4.529,9.

Pada Simposium Jackson Hole 28 Agustus 2026 kemarin Warsh mengatakan suku bunga Amerika Serikat masih berpotensi dinaikkan untuk memperlambat laju inflasi ke angka ideal 2 persen year on year. Peluang kenaikan bunga terjadi ini usai rilis data inflasi pribadi Juli yang tetap di atas 3 persen. Dengan demikian telah terjadi kenaikan pengeluaran pribadi di AS di atas 3 persen selama enam bulan di tahun ini.

Warsh mengingatkan bahwa The Fed harus yakin inflasi “bergerak menuju target dengan kecepatan yang memadai” sebelum dapat menganggap tugasnya selesai, dan menekankan bahwa suku bunga tetap menjadi “instrumen utama” untuk mengendalikan harga. Karena kondisi keuangan belum bersifat restriktif, ia menambahkan bahwa masih ada “pekerjaan yang harus dilakukan” untuk menurunkan inflasi ke tingkat yang diharapkan.

|Baca juga: Tabungan Emas Kembali Dilirik di Tengah Ekonomi Global yang Tak Pasti

Untuk diketahui, bunga acuan bank yang naik akan memicu penguatan dolar AS, mata uang penilai harga emas sehingga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain yang dampaknya akan menurunkan minat membeli logam safe haven ini.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Mengenal Surplus Underwriting Dana Tabarru

Member Login

or