Media Asuransi, JAKARTA — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana ingin memastikan proses pemulihan Desa Adat Sade pascakebakaran dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap menjaga nilai budaya, kearifan lokal, serta autentisitas arsitektur tradisional Sasak.
“Hari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Terlebih, sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok,” kata Menpar Widiyanti usai mengunjungi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikutip dari rilis Kemenpar, Sabtu, 29 Agustus 2026..
Menpar Widiyanti meninjau langsung Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pascakebakaran yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus ekosistem pariwisata di desa tersebut.
Kehadiran Menpar Widiyanti merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak sekaligus keprihatinan dan empati mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Adat Sade yang terdampak musibah kebakaran.
|Baca juga: Menpar Widiyanti Cek Fasilitas Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta Jelang Libur Sekolah
Ia memahami bahwa dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan bangunan, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat. Rumah-rumah tradisional di Sade bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga ruang untuk mencari nafkah serta bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan lintas generasi.
Oleh karena itu, proses pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara menyeluruh dengan tidak hanya memperhatikan pembangunan kembali secara fisik, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi,” kata Menpar Widiyanti saat berbincang bersama Kepala Adat dan Masyarakat Sade.
Menpar Widiyanti kemudian menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal; Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); Politeknik Pariwisata Lombok; mitra; serta para pemangku kepentingan dan unsur ekosistem pariwisata.
Kementerian Pariwisata akan mengambil bagian dan membersamai proses pemulihan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, khususnya dalam pemulihan ekosistem pariwisata, penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Menpar Widiyanti menekankan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali bangunan yang terdampak kebakaran. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam seluruh proses pemulihan agar kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan sekaligus memastikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Sade tetap terjaga.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah catatan penting terkait pembangunan kembali Desa Adat Sade. Adapun data sementara mengenai keluarga dan bangunan terdampak berdasarkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah bersama Tim Lapangan Poltekpar Lombok.
Per 27 Agustus 2026, terdapat 189 Kepala Keluarga dan 320 orang pelaku pariwisata di Sade yang terdampak. Sedangkan bangunan terdampak terdiri dari 75 unit Rumah Adat, 69 unit Artshop, 8 unit Lumbung Alang, 1 unit Menara Pantau, 4 Berugak Sekenam, 6 Berugak Sakepat, 1 unit Bale Beleq (Museum), dan sejumlah fasilitas lainnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Related Posts
Ekonomi

