Media Asuransi, JAKARTA – PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) atau Lippo General Insurance (LGI) membukukan kinerja positif pada semester I/2026 dengan mencatat rekor pendapatan dan laba di tengah kondisi makroekonomi yang masih menantang.
Dibandingkan dengan semester I/2025, pendapatan LGI tumbuh 17,5 persen berdasarkan IFRS 4 dan 33,9 persen berdasarkan IFRS 17. Sementara itu, laba sebelum pajak masing-masing meningkat 17 persen dan 10,2 persen.
Penguatan kinerja juga tercermin dari posisi ekuitas. Berdasarkan IFRS 4, ekuitas LGI mencapai Rp1,09 triliun, sedangkan berdasarkan IFRS 17 mencapai Rp1,12 triliun.
Presiden Direktur LGI Agus Benjamin mengatakan, capaian tersebut melanjutkan tren kinerja rekor yang dibukukan perseroan sepanjang 2025.
|Baca juga: BI Dorong Ekonomi Digital Makin Ngebut Lewat KKI dan QRIS
|Baca juga: Tren Baru, Masyarakat Singapura Sudah Tajir Melintir tapi Ogah Pensiun, Ini Alasannya!
“Kami dapat melanjuti pencapaian kinerja rekor pada 2025 yang terus berlanjut hingga 2026, meskipun kami menghadapi lingkungan operasional yang penuh tantangan,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut dia, dukungan Hanwha General Insurance, penerapan underwriting yang disiplin, serta kondisi keuangan yang kuat menjadi modal bagi LGI untuk menjaga pertumbuhan kinerja ke depan.
Adapun 2026 menjadi tahun pertama LGI berada di bawah kepemilikan mayoritas Hanwha General Insurance. LGI sebelumnya bergabung dengan Hanwha Group melalui Hanwha Life Indonesia pada 2023.
Pengalihan kepemilikan mayoritas kepada Hanwha General Insurance ditujukan untuk memperkuat sinergi bisnis asuransi umum dalam grup.
Dari sisi rating, LGI juga mempertahankan Financial Strength Rating A- (Excellent) dari AM Best per 19 Agustus 2026. Peringkat tersebut mencerminkan kekuatan keuangan, manajemen risiko, serta kemampuan perseroan memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

