Media Asuransi, JAKARTA – Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti menyatakan financial check-up bukan sekadar mengevaluasi angka dalam rekening, melainkan mengukur kesiapan finansial menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi.
“Sama seperti kita tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan, kita juga tidak perlu menunggu risiko datang untuk mulai mengevaluasi kondisi keuangan,” kata Ni Made Daryanti, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menambahkan financial check-up yang dilakukan secara berkala, disertai perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan, dapat membantu masyarakat membangun ketahanan finansial. “Sehingga berbagai rencana hidup tetap dapat berjalan meski menghadapi situasi yang tidak terduga,” kata Ni Made.
|Baca juga: OCBC Gabungkan Digitalisasi dan Human Advisory untuk Layanan Wealth Management
|Baca juga: OJK Pastikan Penjaminan Polis Fokus ke Proteksi, Nasib Unitlink Masih Digodok!
Di sisi lain, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menilai pengelolaan kekayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan aset, tetapi juga perlindungan serta perencanaan pewarisan kepada generasi berikutnya. Karena itu, setiap nasabah dinilai memerlukan strategi yang berbeda sesuai dengan profil dan tujuan keuangannya.
Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan setiap nasabah memiliki wealth journey yang berbeda sehingga membutuhkan informasi yang komprehensif mengenai kondisi portofolio serta pendampingan yang bersifat personal agar dapat menentukan arah investasi dengan lebih tepat.
“Prinsip wealth management adalah bagaimana konsumen dapat mengoptimalkan, melindungi, hingga meneruskan aset ke generasi berikutnya,” pungkas Diamond.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
