1
1

Sebelum Membeli Asuransi Kesehatan, Baca Tips dari Allianz Berikut Ini

Dokter sedang memeriksa pasien. | Foto: doc

Media Asuransi, JAKARTA – Memiliki asuransi kesehatan dapat membuat kita tenang saat suatu saat sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Sebab, dengan memiliki asuransi kesehatan, perusahaan asuransi akan menanggung biaya pengobatan selama di rumah sakit.

Nah, jika saat ini Anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan, yang perlu diketahui adalah ada tiga macam metode penggantian biaya pengobatan yang berlaku di asuransi kesehatan. Apa saja?

  1. Reimbursement

Metode ini memberikan manfaat penggantian biaya pengobatan sesuai dengan tagihan rumah sakit. Ada beberapa ciri yang perlu Anda ketahui dalam metode reimbursement.

Biaya pengobatan ditanggung nasabah lebih dulu.

Karena namanya penggantian, artinya nasabah akan menalangi lebih dulu biaya perawatan rumah sakit, baru kemudian mengajukan klaim penggantian ke perusahaan asuransi. Umumnya, asuransi kesehatan memberikan manfaat perlindungan dasar jika nasabah dirawat inap di rumah sakit, atau in-patient. Manfaat tambahan berupa rawat jalan (out-patient), perawatan gigi, dan manfaat melahirkan bersifat pilihan yang dapat ditambahkan ke asuransi kesehatan.

|Baca juga: Allianz Life Indonesia Perluas Pilihan Solusi Perlindungan

Memberikan penggantian biaya pengobatan sesuai plafon

Setiap polis asuransi kesehatan memberikan manfaat perlindungan sesuai plafon. Plafon ini biasanya terbagi atas plafon kamar per malam dan plafon pengobatan per tahun. Sebagai contoh, suatu asuransi kesehatan memberikan plafon kamar Rp1 juta per malam dan plafon pengobatan Rp100 juta per tahun. Artinya, biaya pengobatan nasabah akan diganti sesuai dengan batas maksimal tersebut.

Bisa dilakukan di rumah sakit mana pun

Anda dapat melakukan metode reimbursement di berbagai rumah sakit, bahkan di rumah sakit yang bukan rekanan perusahaan asuransi sekalipun.

Nasabah perlu melakukan klaim

Untuk memperoleh penggantian biaya pengobatan, nasabah perlu mengajukan klaim ke perusahaan asuransi. Proses klaim diawali dengan mengunduh formulir klaim yang ada di website perusahaan asuransi, kemudian mengisi formulir tersebut. Siapkan seluruh dokumen yang diperlukan seperti identitas diri dan seluruh tagihan transaksi selama perawatan di rumah sakit.

Setelah itu, kirim formulir klaim dan seluruh dokumen pendukung secara manual ke perusahaan asuransi atau mengunggahnya di website perusahaan asuransi.

Beberapa perusahaan asuransi juga menyediakan prosedur klaim melalui aplikasi. Sebagai contoh, jika ikut asuransi kesehatan Allianz, Anda dapat mengajukan klaim melalui aplikasi eAZy Claim. Aplikasi ini memungkinkan dilakukan proses klaim, ada peta interaktif yang dapat memandu nasabah mencari rumah sakit rekanan terdekat, status klaim, riwayat klaim, dan memperoleh bantuan online kapan saja, di mana saja.

  1. Cash plan

Polis asuransi ini memberikan santunan harian selama Anda dirawat di rumah sakit. Sehingga, umumnya metode pembayaran cash plan juga hanya menyediakan manfaat penggantian biaya pengobatan rawat inap (in-patient). Berikut ciri cash plan yang perlu Anda ketahui.

Membayar manfaat berupa santunan

Artinya, jika nasabah dirawat di rumah sakit, maka akan memperoleh santunan sesuai manfaat yang tertera dalam polis asuransi kesehatan. Misalnya, Ratna memiliki polis asuransi dengan manfaat cash plan Rp1,5 juta per hari. Maka, ketika dirawat di rumah sakit selama 3 hari, akan memperoleh santunan sebesar Rp4,5 juta (Rp1,5 juta per hari dikali 3 hari).

Tidak ditentukan oleh tagihan rumah sakit

Besarnya santunan yang diterima Ratna ditentukan oleh ketentuan yang tertera dalam polis dan tidak dipengaruhi oleh besar-kecilnya jumlah tagihan rumah sakit. Sehingga, apabila jumlah tagihan rumah sakit Ratna lebih kecil atau lebih besar dari Rp1,5 juta per hari, maka santunan yang diterima oleh Ratna tetap Rp1,5 juta per hari.

|Baca juga: #YUKPAHAMI, Agar Polis Asuransi Tetap Aktif Ala Allianz

Umumnya ditawarkan sebagai asuransi pelengkap

Karena jumlahnya yang terbatas, maka cash plan ini umumnya ditawarkan sebagai manfaat tambahan dalam asuransi utama, atau disebut juga rider. Selain itu, cash plan juga bisa menjadi asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, namun dijadikan sebagai asuransi kesehatan kedua oleh nasabah.

Sebagai pengganti penghasilan

Biasanya, nasabah membeli asuransi kesehatan cash plan karena merasa manfaat yang ia terima di polis utama asuransi kesehatan kurang optimal. Alasan lain, nasabah biasanya mengambil asuransi kesehatan cash plan sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama sakit.

Nasabah perlu melakukan klaim

Serupa dengan metode reimbursement, metode cash plan juga mengharuskan nasabah melakukan proses klaim. Artinya, perusahaan asuransi akan memberi santunan setelah menerima formulir klaim dan tagihan rumah sakit. Bedanya, polis asuransi kesehatan cash plan umumnya menerima tagihan rumah sakit dalam bentuk salinan atau fotokopi yang dilegalisir oleh rumah sakit.

Bisa dirawat di rumah sakit mana saja

Serupa dengan metode reimbursement, metode pembayaran cash plan juga menerima pengajuan klaim jika nasabah dirawat di rumah sakit mana pun, baik yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi maupun tidak.

 

  1. Cashless

Polis asuransi kesehatan cashless merupakan polis yang paling memudahkan nasabah. Karena pada saat dirawat di rumah sakit, dia tidak perlu khawatir tidak memiliki uang tunai. Karena perusahaan asuransi akan langsung membayar tagihan rumah sakit ketika nasabah menggesekkan kartu. Berikut ciri metode pembayaran cashless.

|Baca juga: Allianz Indonesia Ingatkan Pentingnya Asuransi sebagai Proteksi Aset di Masa Depan

Nasabah tidak membayar tagihan di depan

Karena tagihan rumah sakit langsung dibayar oleh perusahaan asuransi. Nasabah akan menerima kartu yang dapat digesek untuk bertransaksi ketika dirawat inap di rumah sakit. Maka tak heran, proses pembayaran cashless merupakan pembayaran yang paling mudah karena nasabah tidak perlu menyiapkan uang tunai dulu ketika masuk rumah sakit. Karena kemudahan yang ditawarkan itu, premi yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan cashless cenderung lebih mahal dibanding metode lainnya.

Hanya bisa dilakukan di rumah sakit rekanan

Karena menerapkan sistem pembayaran khusus, maka sistem ini hanya dapat diterapkan di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi. Jika nasabah ternyata dirawat di rumah sakit yang bukan rekanan, perusahaan asuransi tetap dapat menggantikan biaya pengobatan, hanya saja melalui metode reimbursement. Di Allianz, metode pembayaran cashless berlaku di jaringan rumah sakit Allianz-AdMedika.

Tidak perlu mengajukan klaim

Pada metode ini, nasabah tidak perlu mengajukan formulir klaim, kecuali untuk rawat jalan yang terjadi sebelum dan setelah rawat inap berlangsung.

Itu dia perbedaan metode pembayaran asuransi kesehatan. Semoga sekarang Anda sudah semakin mantap menentukan asuransi kesehatan mana yang paling menjawab kebutuhan. Selamat memilih!

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post S&P Global Market Intelligence: Nilai Multiple Hanover Cetak Level Tertinggi di 2023
Next Post Startup Insurtech DigitalOwl Dapat Dana Segar US$12 Juta dari Raksasa RGA

Member Login

or