1
1

S&P Ramal Industri Asuransi India Tumbuh Pesat, Ini Tantangannya!

Ilustrasi. | Foto: Insurance Asia/Vlad Deep from Unsplash

Media Asuransi, GLOBAL – Industri perasuransian di India diproyeksikan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat besar. Prospek tersebut ditopang reformasi struktural, tingkat penetrasi asuransi yang masih rendah, serta lingkungan regulasi yang semakin mendukung.

“Namun, tekanan ekonomi makro dan profitabilitas masih menjadi risiko utama,” kata S&P Global Ratings, dikutip dari Insurance Asia, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pada laporan terbaru bertajuk ‘India Insurance Sector Trends‘, S&P menyebut reformasi regulasi yang semakin kondusif telah menarik masuk modal asing sekaligus mendorong aktivitas merger dan akuisisi di industri asuransi.

Pemerintah India sebelumnya juga telah menyetujui kepemilikan asing atau Foreign Direct Investment (FDI) hingga 100 persen di sektor asuransi melalui jalur otomatis. S&P menilai baik sektor asuransi jiwa maupun nonjiwa masih memiliki ruang pertumbuhan.

|Baca juga: Kenapa Pasar Modal Syariah RI Belum Berkembang Pesat? Ini Penjelasan INDEF!

|Baca juga: Kebutuhan Investasi RI Capai Rp8.705 Triliun, Pemerintah Andalkan Pasar Modal untuk Tutup Gap Pembiayaan

Meski demikian, profitabilitas perusahaan asuransi nonjiwa berpotensi terus tertekan karena strategi penetapan harga masih sangat bergantung pada hasil investasi. Sementara perusahaan asuransi swasta dinilai semakin memanfaatkan jaringan perusahaan induk dan kemampuan digital untuk memperluas jangkauan.

Sedangkan perusahaan asuransi milik pemerintah mendapat dukungan dari tingkat kepercayaan masyarakat, keterlibatan dalam berbagai program nasional dan sosial berskala besar, serta kuatnya kehadiran di pasar domestik.

Laporan tersebut juga mencatat sebagian besar perusahaan asuransi masih memiliki tingkat solvabilitas yang memadai sesuai ketentuan regulator. Namun, masih terdapat sejumlah area yang rentan di dalam industri.

S&P memperingatkan tekanan ekonomi makro dan inflasi dapat menekan permintaan domestik. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan industri sekaligus mempersempit ruang profitabilitas perusahaan asuransi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kredit UMKM Berpotensi Jadi Bumerang Jika Produk Tak Laku, Menteri UMKM: NPL Bisa Naik!
Next Post Bisnis Asuransi Umum Diprediksi Makin Moncer Sepanjang 2026

Member Login

or