Media Asuransi, GLOBAL – Pasar asuransi umum Vietnam diprediksi tetap tumbuh hingga akhir 2026. Pertumbuhan ekonomi, meningkatnya permintaan asuransi, perkembangan kanal digital, dan perubahan regulasi menjadi penopang utama industri.
AM Best dalam laporannya menyebut pasar asuransi umum Vietnam masih menarik bagi perusahaan asuransi asing dan kelompok keuangan domestik. Namun, persaingan juga akan semakin ketat karena pemain baru terus masuk, sementara perusahaan yang sudah ada masih agresif mengejar pertumbuhan.
Di pasar ritel, penjualan melalui kanal digital dan embedded insurance menjadi bisnis yang tumbuh paling cepat. Permintaan terhadap asuransi kendaraan listrik juga diperkirakan meningkat seiring dengan perkembangan regulasi yang mendukung penggunaan kendaraan tersebut.
Dilansir dari Insurance Asia, Selasa, 11 Agustus 2026, pertumbuhan ekonomi Vietnam turut mendorong bisnis asuransi komersial. Belanja pemerintah yang lebih tinggi diperkirakan meningkatkan kebutuhan perlindungan dari berbagai risiko usaha.
|Baca juga: Sah! OJK Restui 2 Direksi Baru Bank Mandiri Taspen
|Baca juga: BI: Cadangan Devisa Tetap Terjaga di Juli 2026
Sementara itu, penggunaan teknologi dan jaringan distribusi yang semakin luas mendorong penjualan produk ritel, terutama asuransi kesehatan dan kecelakaan diri.
Ekonomi Vietnam diproyeksikan tumbuh 7,5 persen pada 2026, berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF). Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada 2025 yang mencapai 8 persen.
Menurut AM Best, pertumbuhan ekonomi Vietnam masih ditopang ekspor produk elektronik, investasi asing langsung (FDI), serta diversifikasi rantai pasok. Di sisi lain, meningkatnya proteksionisme global dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko bagi perekonomian negara tersebut.
Dari sisi regulasi, perubahan aturan juga memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan asuransi untuk menyesuaikan harga premi dengan kondisi risiko. Salah satunya penetapan tarif asuransi kendaraan bermotor sukarela. Perusahaan asuransi kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan tarif berdasarkan pengalaman klaim.
Aturan lain, Decree No. 105/2025/ND-CP, mulai berlaku pada 1 Juli 2025. Regulasi tersebut diperkirakan membantu meningkatkan kecukupan premi pada asuransi properti sekaligus memperbaiki profil risiko melalui aturan keselamatan baru dalam pengelolaan properti.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
