1
1

SNLIK 2026, Indeks Literasi Perasuransian 42,84% dan Indeks Inklusi Perasuransian 29,55%

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kedua dari kiri), Kepala BPS Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti (tengah), dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu (Kedua dari kanan), sesaat setelah menyampaikan pengumuman hasil SNLIK Tahun 2026 disampaikan di Kantor Badan Pusat Statistik. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa indeks literasi keuangan nasional tahun 2026 berdasar Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 (SNLIK 2026) sebesar 69,57 persen. Sedangkan indeks inklusi keuangan berdasar SNLIK 2026 sebesar 93,61 persen.

Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam jumpa pers di Jakarta, 10 Agustus 2026, terjadi peningkatan indeks literasi keuangan jika dibandingkan dengan hasil SNLIK 2025 yang tercatat sebesar 66,64 persen. Indeks inklusi keuangan juga meningkat, karena berdasar SNLIK 2026 nilainya sebesar 92,74 persen.

|Baca juga: SNLIK 2025, Indeks Literasi Perasuransian 45,45% dan Indeks Inklusi Perasuransian 28,50%

Berdasar data SNLIK 2026, indeks literasi maupun indeks inklusi per sektor jasa keuangan, indeks tertinggi masih dibukukan oleh sektor perbankan, yakni indeks literasi sebesar 66,46 persen dan indeks inklusi sebesar 70,64 persen.

Bagaimana dengan sektor jasa perasuransian? Ternyata merupakan salah satu yang tertinggi indeksnya. Berdasar SNLIK 2026, indeks literasi perasuransian tercatat sebesar 42,84 persen. Namun angka indeksnya ternyata lebih rendah jika dibandingkan asil SNLIK 2025, yakni indeks literasi perasuransian tercatat sebesar 45,45 persen.

|Baca juga: Mengapa Hasil SNLIK 2024 Tak Dapat Dibandingkan dengan SNLIK 2022

Di sisi lain, indeks inklusi perasuransian justru meningkat. Jika berdasar SNLIK 2025 indeks inklusi perasuransian sebesar 28,50 persen, maka berdasar SNLIK 2026 indeks inklusi perasuransian tercatat sebesar 29,55 persen.

Dari enam sektor jasa keuangan, indeks literasi perasuransian 2026 yang sebesar 42,84 persen, menempati peringkat ketiga setelah indeks literasi perbankan sebesar 66,46 persen dan indeks literasi pergadaian yang sebesar 52,82 persen. Sedangkan indeks inklusi perasuransian 2026 yang sebesar 29,55 persen, menempati peringkat kedua setelah indeks inklusi perbankan yang sebesar 29,55 persen.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Balas Budi Anak, Kini Tak Lagi Masuk Rencana Pensiun Orang Tua

Member Login

or