1
1

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perluas Relasi yang Bermakna

Momen bersama dalam Sequis SHEPRENEUR Learning Series yang ke-5 yang membahas Protect Your Future Through Financial Protection dan Network to Net Worth: Turning Relationships Into Business Growth. | Foto: Sequis Life

Media Asuransi, JAKARTA – Sequis SHEPRENEUR Learning Sesi ke-5 membekali perempuan wirausaha dengan dua perspektif penting, yaitu mengelola dan melindungi kondisi finansial serta membangun relasi bermakna untuk dapat membuka peluang usaha.

Mengutip keterangan resmi Sequis Life, Rabu, 19 Agustus 2026, Agency Development Manager Sequis Life Henry Kurniawan membawakan topik ‘Protect Your Future Through Financial Protection‘ untuk membantu perempuan wirausaha memahami pentingnya mengelola dan melindungi finansial keluarga untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Selain itu, Founder & CEO Mamiru Priscilla Anais membawakan topik ‘Net-Work to Net-Worth‘ yang membahas bagaimana relasi yang dibangun secara tepat dapat menjadi aset untuk membuka peluang usaha dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Kedua topik tersebut saling melengkapi satu sama lain. Pertumbuhan usaha membutuhkan peluang, tetapi peluang akan lebih bermakna ketika didukung fondasi finansial yang kuat.

Karena itu, perempuan wirausaha perlu memiliki kemampuan untuk mengelola kondisi keuangan saat ini, mempersiapkan diri menghadapi risiko, sekaligus membangun jaringan yang relevan untuk mendukung perkembangan usaha.

Materi ‘Protect Your Future Through Financial Protection‘ yang dibawakan oleh Agency Development Manager Sequis Life, Henry Kurniawan ini menekankan bahwa perencanaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana meningkatkan pendapatan.

Akan tetapi juga bagaimana mengelola dan melindungi hasil yang telah diperoleh untuk menjaga fondasi finansial yang telah dibangun. Terlebih, bagi perempuan wirausaha yang menjalankan berbagai peran sekaligus, hal ini menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan pribadi maupun usaha.

|Baca juga: NIM Industri Perbankan Turun, OJK Ungkap Biang Keroknya!

|Baca juga: APARI Dorong Ahli Pialang Asuransi Kuasai Risiko Iklim dan ESG Lewat Sertifikasi

Peserta diperkenalkan pada konsep perencanaan finansial sederhana yang dapat dilakukan melalui tiga langkah, yaitu adaptasi, akselerasi, dan antisipasi. Adaptasi berarti memahami dan mengelola kondisi keuangan yang ada.

Akselerasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas diri dan mengoptimalkan peluang untuk meningkatkan pendapatan, baik melalui pengembangan skala usaha, membuka usaha baru, maupun mengoptimalkan dana dan aset secara terencana sesuai tujuan keuangan.

Antisipasi berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai risiko dan kondisi tidak terduga pada masa depan. Bagi perempuan wirausaha, peningkatan omzet perlu diikuti dengan pengelolaan keuangan yang tepat.

Pendapatan usaha perlu dialokasikan secara terencana untuk memenuhi kebutuhan operasional, kewajiban usaha, kebutuhan pribadi serta tujuan finansial lainnya seperti tabungan dan investasi.

Pemisahan keuangan usaha dan pribadi serta pencatatan yang teratur membantu wirausaha memahami kondisi keuangannya dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. Selain itu, perempuan wirausaha perlu mempertimbangkan risiko yang dapat mengganggu kemampuan menghasilkan income.

Ketika kemampuan tersebut terganggu, dampaknya dapat meluas, mulai dari pemenuhan kebutuhan pribadi hingga keberlangsungan usaha. Kondisi kesehatan, misalnya, dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalankan usaha, sementara kebutuhan hidup dan usaha tetap harus berjalan.

Selanjutnya, materi ‘Network to Net Worth: Turning Relationships Into Business Growth‘ yang dibawakan oleh Founder & CEO Mamiru Priscilla Anais menyoroti pentingnya membangun relasi yang bermakna untuk membuka peluang dan mengembangkan usaha.

Networking bukan sekadar menambah kenalan dan memperbanyak kontak, tetapi membangun hubungan secara intentional dengan memahami value yang dimiliki dan menciptakan manfaat bersama. Membangun jaringan juga tidak harus identik dengan menjadi seorang extrovert.

Relasi yang autentik dapat tumbuh melalui percakapan personal maupun komunitas yang relevan. Bagi perempuan wirausaha, networking yang tepat dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, membuka peluang kolaborasi, hingga memperluas akses pasar.

Karena itu, penting bagi setiap wirausaha untuk memahami value yang dapat ditawarkan kepada pihak lain, baik berupa pengalaman, keahlian, komunitas, maupun akses kepada target pasar. Dengan demikian, kolaborasi dapat dibangun melalui perspektif win-win, bukan sekadar mencari keuntungan bagi satu pihak.

Bahkan, sebuah partnership tidak harus dimulai dalam skala besar. Kolaborasi dapat dibangun secara bertahap sesuai kebutuhan dan kecocokan kedua pihak. Dalam membangun jaringan, perempuan wirausaha juga perlu mampu menentukan prioritas.

Tidak semua peluang harus diambil dan tidak semua relasi perlu dikejar. Dengan mempertimbangkan relevansi, kapasitas, manfaat, dan timing, networking dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan yang sehat—membuka peluang tanpa mengorbankan waktu dan energi yang dimiliki.

Sebagai sesi terakhir dari rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning, pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi perempuan wirausaha untuk terus belajar, menerapkan pengetahuan, membangun relasi, serta mengembangkan usaha dengan lebih percaya diri dan bijak, sehingga semakin siap mengambil keputusan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post APPARINDO Ingin Ubah Persepsi Peran Broker Sekadar Perantara Industri
Next Post Dekati Penggemar Padel, CIMB Niaga (BNGA) Luncurkan OCTO Arena di Jakarta

Member Login

or