1
1

Wejangan Bos Allianz Life Syariah Indonesia bagi UUS Asuransi yang Mau Spin Off

President Director Allianz Life Syariah Indonesia Achmad K Permana dalam Webinar Syariah 2024 bertajuk 'Modal Minimum Asuransi Syariah Naik, Jadi Spin-Off atau Lambaikan Tangan?'. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – President Director Allianz Life Syariah Indonesia Achmad K Permana menyebutkan Unit Usaha Syariah (UUS) perusahaan asuransi yang berencana melakukan pemisahan unit usaha atau spin off harus matang melakukan perencanaan hingga implementasi.

Bahkan, tambahnya, UUS perusahaan asuransi harus mengetahui apa yang akan dilakukan setelah spin off. Ia menegaskan jangan sampai UUS perusahaan asuransi justru memikirkan apa yang akan dilakukan sesudah melakukan spin off. Perencanaan matang harus dilakukan sebelum spin off dilakukan.

“Tantangan untuk siapapun yang spin off, definisikan dulu antara kita dengan induk. Induk di mana dan anaknya di mana,” kata Permana, dalam Webinar Syariah 2024 bertajuk ‘Modal Minimum Asuransi Syariah Naik, Jadi Spin-Off atau Lambaikan Tangan?‘ yang digelar oleh Media Asuransi, Selasa, 26 Maret 2024.

|Baca juga: OJK Iming-imingi Insentif bagi UUS Asuransi yang Mau Spin Off, Minat?

“Definisi spin off itu sebelumnya direncanakan mau apa dan ke mana. Jangan setelah spin off baru bicara mau ke mana. Induk kan akan share channel dan lain sebagainya. Kalau terjadi setelah spin off kita mau ke mana kita bisa menyesal. Karena beban biaya naik karena kan ada human resources, infrastruktur, dan lain-lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, aturan OJK terkait spin off memang harus disikapi secara baik. Hal itu pun disikapi pihaknya dengan melakukan spin off dari induk usaha. Ia menceritakan pengalamannya bahwa aksi spin off yang dilakukan Allianz Life Syariah Indonesia tidak mudah terlebih bagi perusahaan yang berstatus Joint Venture (JV)

“Buat teman-teman yang mau spin off apalagi JV bukan hal ringan karena kami dari persiapan spin off, dari uji kelayakan, sampai implementasi itu waktunya lama,” jelasnya.

Menurutnya bagi UUS perusahaan asuransi yang mau melakukan spin off maka waktu yang ditentukan oleh OJK hingga 2026 terbilang sedikit. Pasalnya, pihaknya mempersiapkan waktu spin off hampir empat tahun. Hal itu karena harus mendapat persetujuan dari grup dan komitmen grup terhadap anak usaha jika sudah melakukan spin off.

|Baca juga: OJK Sebut 10 Unit Usaha Syariah Tak Lanjutkan Aksi Spin Off, Kenapa?

“Yang penting jangan hanya izin tapi komitmen dari grup. Grup tidak mau memberikan izin kalau tidak ada studi kelayakan yang rinci mengenai bagaimana positioning Allianz Life Syariah ke depan. Yang penting spin off adalah mengetahui bagaimana positioning perusahaan tersebut menggarap market syariah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Permana mengungkapkan, usai spin off Allianz Life Syariah Indonesia kini menjadi market leader berdasarkan Annualized Premium Equivalent (APE) dengan pertumbuhan 28,3 persen secara tahun ke tahun (yoy). Sedangkan untuk market share tercatat di angka 21,8 persen. Untuk ke depan, lanjutnya, terdapat strategi untuk mempertahankan kinerja di 2024.

Strategi itu yakni sosialisasi & edukasi yang berkelanjutan; menyediakan produk & layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah; dan peningkatan saluran distribusi di seluruh Indonesia. “Aspirasi kita di tahun ini APE mencapai Rp1 triliun dan mencapai double customer base. Jika itu terjadi maka bisnis juga akan tumbuh double,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Peringkat Pegadaian Ditegaskan idAAA dengan Prospek Stabil
Next Post Peringkat Bank BTPN Ditegaskan idAAA dengan Prospek Stabil

Member Login

or