Media Asuransi, JAKARTA – PT KCIC mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan Whoosh selama periode libur sekolah. Sepanjang 13 Juni hingga 12 Juli 2026, Whoosh telah melayani sebanyak 573.780 penumpang. Pada masa libur sekolah, volume penumpang harian Whoosh meningkat sekitar 26,5 persen, dari kisaran 16–18 ribu penumpang per hari di hari biasa menjadi 20–23 ribu penumpang per hari.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, peningkatan volume penumpang tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Whoosh sebagai moda transportasi yang cepat, nyaman, dan tepat waktu.
|Baca juga: Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Wisatawan Mancanegara
‘’Selama periode tersebut, volume penumpang tertinggi tercatat pada 3 Juli 2026 dengan 23.408 penumpang. Peningkatan volume ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan Whoosh untuk berbagai keperluan selama masa liburan,’’ ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 17 Juli 2026.
Pola perjalanan penumpang masih didominasi oleh relasi Jakarta–Bandung. Selama periode 13 Juni hingga 12 Juli 2026, relasi Halim–Padalarang mencatat volume tertinggi dengan 206.009 penumpang, disusul Padalarang–Halim sebanyak 199.886 penumpang. Sementara itu, relasi Halim–Tegalluar Summarecon melayani 70.803 penumpang dan Tegalluar Summarecon–Halim sebanyak 62.074 penumpang, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang koridor layanan Whoosh.
|Baca juga: KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Solusi Perjalanan Fleksibel
Selain melayani perjalanan utama Jakarta–Bandung, Whoosh juga mencatat tingginya pemanfaatan pada relasi jarak pendek yang mendukung mobilitas masyarakat di sepanjang koridor layanan. Selama periode tersebut, relasi Karawang–Halim (PP) melayani total 13.214 penumpang, sementara relasi Padalarang–Tegalluar Summarecon (PP) melayani total 16.758 penumpang.
Dari sisi stasiun keberangkatan, Stasiun Halim menjadi yang tersibuk dengan melayani 283.427 penumpang, disusul Stasiun Padalarang sebanyak 206.992 penumpang. Tingginya aktivitas pada kedua stasiun tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat di koridor Jakarta–Bandung, khususnya untuk perjalanan wisata, keluarga, maupun kegiatan lainnya selama masa liburan.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

