Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak hanya mendapatkan pasar, tetapi juga akses pembiayaan. Upaya itu dilakukan melalui gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
PJs Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan KKI menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer melalui kegiatan business matching. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang pasar sekaligus memperkuat akses UMKM terhadap pembiayaan.
“Nah oleh karena itu dalam kegiatan kali ini juga banyak Ibu bisnis-bisnis matching, jadi banyak dari pembeli dari luar ataupun dari domestik,” kata Destry saat membuka KKI di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Destry, para pembeli yang hadir dalam kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas penjualan. Namun, BI juga ingin momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong pelaku usaha mendapatkan dukungan pembiayaan.
“Mereka sebagai pembeli dari produk-produk UMKM kami tersebut. Karena kita juga ingin mendorong mereka untuk memiliki akses pembiayaan yang optimal,” ujarnya.
|Baca juga: BI Siapkan Jurus Jaga Rupiah dan Kredit hingga Akhir 2026, Begini Caranya!
|Baca juga: Pendapatan Lippo General Insurance (LPGI) Naik 33,9% di Semester I/2026
KKI 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan business matching, tetapi juga seminar dan pameran produk unggulan UMKM. Gelaran ini mengusung tema ‘Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing’.
Pada pelaksanaan tahun ini, KKI menghadirkan 260 booth dengan melibatkan sekitar 550 UMKM secara offline. Selain itu, terdapat sekitar 1.300 UMKM yang berpartisipasi melalui pameran secara online.
Dorongan terhadap akses pembiayaan menjadi penting karena pertumbuhan kredit UMKM masih relatif terbatas. Destry menyebut kondisi kredit UMKM saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama, termasuk oleh industri perbankan.
“Jadi UMKM itu baru tumbuhnya 1,62%, ya. Ini bener-bener menjadi PR bagi kita,” kata dia.
BI pun mengajak perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM. Menurut Destry, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya dengan membeli produk yang mereka hasilkan, tetapi juga perlu dibarengi dengan akses pembiayaan.
“Karena saya juga ingin menghimbau bank-bank, ayo dong nyalurin kredit buat UMKM gitu. Jadi bukan hanya beli tapi nyalurin kredit,” tutur Destry.
Di sisi lain, BI menyebut UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Destry mengatakan UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional.
Karena itu, BI akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas, termasuk melalui penguatan pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

