1
1

Mulai 1 Januari 2024, Batas Maksimal Bunga Pinjol 109,5% per Tahun

Calon nasabah sedang mengajukan proses pinjaman online. | Foto: freepick

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya menetapkan batas maksimal suku bunga pinjaman online (pinjol). Batas maksimal suku bunga pinjol ini sesuai Surat Edaran Otoritas Jasa ​Keuangan Republik Indonesia Nomor 19/SEOJK.06/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.

Dalam SEOJK tersebut dibedakan batas maksimal bunga pinjol atas pendanaan produktif dan konsumtif. Dikutip dari laman OJK, Jumat, 5 Januari 2023, aturan mengenai batas maksimum bunga ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2024.

Disebutkan bahwa untuk pendanaan (pinjaman) produktif, nilainya sebesar 0,1 persen per hari kalender dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian. Artinya jika disetahunkan, maka suku bunga untuk pinjaman produktif ini sebesar 36,5 persen per tahun. Suku bunga sebesar ini berlaku selama dua tahun sejak 1 Januari 2024.

|Baca juga: KPPU Terus Selidiki Dugaan Kartel Bunga di Pinjol

Selanjutnya, sejak tanggal 1 Januari 2026, suku bunga pinjaman ini turun lagi. Nilainya menjadi hanya sebesar 0,067 persen per hari kalender dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan tersebut. Artinya, jika dihitung setahun maka suku bunganya hanya sebesar 24,45 persen per tahun.

Sementara itu untuk pendanaan atau pinjaman konsumtif yang dibatasi untuk tenor pendanaan jangka pendek atau kurang dari satu tahun, nilai bunganya lebih tinggi. Yakni sebesar 0,3 persen per hari kalender atau 109,5 persen per tahun, dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan. Suku bunga berlaku selama satu tahun sejak 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024.

Tahun berikutnya, suku bunganya turun menjadi sebesar 0,2 persen per hari kalender atau sebesar 73 persen per tahun, dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan. Suku bunga ini juga hanya berlaku selama satu tahun, sejak 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025.

Kemudian suku bunga kembali turun menjadi maksimal sebesar 0,1 persen per hari kalender atau sebesar 36,5 persen per tahun, dari nilai pendanaan yang tercantum dalam perjanjian pendanaan. Suku bunga maksimal sebesar 36,5 persen ini berlaku sejak 1 Januari 2026.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Setelah Rebranding Jadi Oona Insurance, Kini ABDA Ganti Alamat Email dan Website
Next Post Proyeksi Cemerlang Pasar Modal di 2024 Berdampak Positif untuk Produk Unitlink, Minat Beli?

Member Login

or