1
1

Prudential Indonesia Dorong Masyarakat Ubah Pengetahuan Jadi Kebiasaan Keuangan

Peserta literasi keuangan berfoto bersama dengan manajemen Prudentila usai mengikuti pelatihan. | Foto: Prudential Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA– Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Pasar Mikro dalam sesi literasi keuangan yang diikuti oleh para pelaku UMKM di Cirebon. Diskusi menunjukkan bahwa tantangan pelaku usaha tidak hanya terletak pada mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga disiplin dalam mengelola keuangan sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Prudential Indonesia yang diwakili Head of Community Investment, Nuranisa Putri Matahari, membagikan berbagai tips praktis mengenai cara membuat catatan keuangan dan bujeting bulanan. Peserta juga diajak membangun kebiasaan yang mendukung pengelolaan arus kas hingga kesiapan menghadapi risiko, agar dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih baik serta memperkuat ketahanan finansial usaha dan keluarganya.

|Baca juga: Prudential Indonesia Bersama Prudence Foundation Luncurkan Levela

Tantangan serupa juga muncul dalam webinar “Anti Tekor Club: Keuangan Tertata, Keluarga Lebih Tenang” yang diikuti para ibu dari komunitas Supermom di Palembang pada 23 Juli 2026.

Diskusi interaktif menunjukkan bahwa banyak peserta sebenarnya telah memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Namun, mereka mengaku masih sulit menerapkannya sebagai kebiasaan finansial yang konsisten.

Yulinda Basir, Head of Centralized Client Services Prudential Indonesia sekaligus narasumber webinar, menekankan pula bahwa keberhasilan keuangan keluarga tidak semata ditentukan oleh besarnya penghasilan.

|Baca juga: Prudential Indonesia Selenggarakan Program Tahunan Risk Awareness Series 2026

“Tapi seberapa bijak kita mengambil keputusan keuangan setiap hari. Pengelolaan keuangan tidak harus rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang,” ujar Yulinda.

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan bahwa literasi keuangan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.

“Risiko sering kali datang tanpa peringatan, sehingga kesiapan finansial menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi keluarga dan pelaku usaha. Saat ini, tantangannya bukan lagi sekadar akses terhadap informasi, tetapi bagaimana mengubah pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Karena langkah sederhana ini dapat menjadi fondasi ketahanan finansial dalam jangka panjang.”

Editor  Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Sesi I Masih Tertekan
Next Post PFI Mega Life dan Bank Mega Meluncurkan Produk Asuransi Jiwa dengan Fitur Premi Kembali dalam Segala Kondisi

Member Login

or