1
1

Eastspring Investments Indonesia: Pasar Domestik Bergerak Volatil di Tengah Beragam Sentimen

Investor sedang mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta beberapa waktu lalu. | Foto: Media Asuransi/Lucky

Media Asuransi, JAKARTA – Pasar saham Indonesia melanjutkan pelemahan dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, dengan tekanan yang semakin dalam pada perdagangan Rabu, 22 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dengan pelemahan yang terjadi di berbagai sektor.

IHSG ditutup turun -1,69 persen atau -107,68 poin ke posisi 6.277,04. Beberapa saham yang menjadi penekan terbesar adalah BYAN (-9,71 persen), BBRI (-3,64 persen), DSSA (-4,39 persen), DCII (-1,87 persen), dan BRMS (-3,62 persen). Pergerakan tersebut berlawanan dengan mayoritas pasar saham asia yang cenderung menguat.

|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Dinamika Eksternal Membebani Sentimen Pasar

Dikutip dari Spring Flash oleh tim PT Eastspring Investments Indonesia, pelaku pasar tampak mengambil sikap lebih berhati-hati menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan hari ini, di tengah ekspektasi konsensus bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS serta kenaikan harga minyak Brent yang Kembali menembus US$100 per barel turut membebani sentimen pasar. Rupiah bergerak melemah 0,21 persen ke level Rp17.884 per dolar AS menjelang keputusan BI.

Dari sisi domestik, pengesahan UU tentang Pengaturan Reforma Agraria turut menjadi salah satu perkembangan kebijakan yang dicermati pasar. Regulasi tersebut bertujuan memperkuat kerangka penyelesaian konflik agraria, redistribusi tanah, serta kepastian pengelolaan lahan.

|Baca juga: Kemenkeu dan BI Komitmen Penerbitan dan Pembelian SBN Dilakukan Transparan

Dalam jangka pendek, pelaku pasar masih mencermati detail implementasi dan aturan turunannya, terutama terkait mekanisme penetapan dan pengelolaan objek reforma agrarian serta dampaknya terhadap kepastian berusaha dan pengelolaan aset berbasis lahan.

Di sisi lain, pasar obligasi juga cenderung melemah. Imbal hasil SBN tenor 5 tahun naik 4,45 basis points (bps) menjadi 6,96 persen, sementara imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik lebih terbatas sebesar 0,94 bps menjadi 7,11 persen.

Penurunan pasar saham hari ini melanjutkan pelemahan yang terjadi setelah IHSG mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir pada tanggal 8 September 2026 di level 6.686. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar dan aksi profit-taking, pasar saat ini masih dalam tahap konsolidasi recovery yang cukup solid dalam beberapa bulan terakhir.

Investor perlu tetap berhati-hati tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek. Ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter, pergerakan rupiah dan harga minyak, serta perkembangan kebijakan domestik berpotensi membuat volatilitas tetap tinggi.

Dalam kondisi ini, disiplin dalam menjaga alokasi aset dan diversifikasi tetap menjadi kunci. Alih-alih mencoba menentukan titik terendah pasar, investor dapat mengambil pendekatan yang lebih bertahap dan selektif, dengan tetap berfokus pada fundamental, kualitas aset, serta tujuan investasi jangka panjang.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post GAIKINDO Gandeng Permata Bank akan Gelar Pameran otomotif di 10 Kota
Next Post OJK Klaim Likuiditas Perbankan Masih Memadai Meski LDR Meningkat

Member Login

or