Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2026 tumbuh di atas delapan persen.
|Baca juga: BI-Rate Ditahan 5,75%, Rebound IHSG Bergantung pada Stabilitas Rupiah dan Arus Asing
Pada Agustus 2026, M2 tumbuh sebesar 8,2 persen year on year (yoy), sehingga mencapai Rp10.448,1 triliun. Pertumbuhannya sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada pada Juli 2026 sebesar 8,3 persen yoy.
|Baca juga: BI Tegaskan Uang Bertanda Tangan Purbaya Tetap Berlaku, Ini Penjelasannya
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0 persen yoy dan uang kuasi sebesar 6,5 persen yoy,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.
Dia tambahkan, perkembangan M2 pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit. “Penyaluran kredit tumbuh sebesar 13,3 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 13,0 persen yoy pada Juli 2026,” jelas Ramdan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
