Dari Laba, Sepanjang Tahun 2020 MD Pictures (FILM) Merugi Rp56,95 M

Media Asuransi – PT MD Pictures Tbk (FILM) mencatatkan rugi sebesar Rp56,95 miliar. padahal di tahun 2019, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp60,96 miliar. Catatan rugi tersebut sejalan dengan penjualan perseroan di sepanjang tahun 2020 tercatat turun sebesar 51,10 persen menjadi  Rp122,36 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp250,24 miliar.

Manajemen MD Pictures mengatakan sepanjang tahun 2020 perseroan mencatatkan penjualan yang dikontribusi oleh penjualan film, sewa bangunan, sewa alat shooting, serta studio dan sound mixing. Penjualan film tercatat sebesar Rp94,61 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp213,13 miliar. Sedangkan pendapatan dari sewa bangunan tercatat Rp19,55 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp35,02 miliar.

“Sedangkan pendapatan perseroan dari sewa alat shooting tercatat sebesar Rp8,01 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,78 miliar serta pendapatan dari studio dan sound mixing tercatat Rp192,25 juta atau lebih rendah dari sebelumnya Rp308,75 juta,” kata Manajemen MD Pictures dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

Baca Juga:

Dalam catatan laporan keuangan tersebut, perseroan juga mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan di tahun 2020 menjadi Rp102,83 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp104,59 miliar. Beban usaha juga menurun menjadi Rp79,23 miliar dari sebelumnya Rp84,93 miliar. Namun, beban lain-lain meningkat menjadi Rp4,82 miliar dari sebelumnya Rp4,15 miliar.

“Perseroan juga mencatatkan kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp20,26 miliar, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp12,05 miliar dan kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp24,57 miliar. Lainnya, perseroan juga membukukan liabilitas sebesar Rp21,99 miliar dan ekuitas Rp1,33 triliun. Sedangkan dari sisi total aset perseroan, turun menjadi Rp1,35 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp1,44 triliun,” pungkasnya. One