Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir sesi I Kamis, 24 September 2026. IHSG berkurang 1,06 persen atau 67,81 poin ke level 6.307,11.
|Baca juga: Batas Harga Saham ARB Diturunkan ke Rp1
Volume perdagangan yang tercatat mencapai 195,8 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp6,10 triliun. IHSG melemah di tengah bursa saham Asia yang variatif.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 September 2026, BI kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 4,75 persen, sedangkan Lending Facility dipertahankan di level 6,50 persen.
|Baca juga: IHSG Ditutup Rebound ke 6.374
Penahanan bunga di tengah kenaikan bunga acuan Federal Reserve menjadi tekanan bagi rupiah dan juga indeks saham. Meski BI menahan bunga di pertemuan terakhir kemarin, ekonom memprediksi BI akan menaikkan bunga ke 6 persen di akhir tahun untuk menahan tekanan eksternal.
Tekanan suku bunga global, volatilitas minyak, dan risiko geopolitik membatasi ruang pelonggaran moneter BI, meski tekanan Rupiah mulai mereda.
BI memperkuat instrumen swap dan DNDF serta memiliki cadangan devisa US$146,5 miliar untuk menjaga stabilitas Rupiah, sementara pertumbuhan kredit Agustus mencapai 13,65 persen yoy.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
