Pefindo Ganjar Peringkat idA untuk BPD DIY

Media Asuransi – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat “idA” untuk PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY).

Melalui keterangan resmi yang dikutip Media Asuransi, Senin, 5 April 2021, Pefindo menerangkan bahwa prospek untuk peringkat korporasi tersebut adalah “stabil”. Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Baca juga: Pefindo Naikkan Outlook PPA Jadi Positif

Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat terhadap BPD DIY dari pemegang saham, pasar captive di daerah tersebut, dan permodalan yang sangat kuat.

“Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh profitabilitas yang moderat dan semakin ketatnya persaingan pada segmen kredit produktif. Peringkat dapat dinaikkan apabila BPD DIY mampu secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya dan melakukan perbaikan signifikan dan berkelanjutan pada profil kualitas aset dan profitabilitasnya.”

Baca juga: Pefindo Tegaskan Peringkat BRI idAAA

Peringkat dapat diturunkan jika profitabilitasnya terus mengalami pemburukan, atau posisi bisnis melemah secara substansial. “Kami menilai penyebaran Covid-19 dapat meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan kegiatan usaha yang signifikan di semua sektor industri yang berujung kepada penurunan permintaan atas kredit dan jasa perbankan lainnya.”

Selain itu, Pefindo menilai penurunan kegiatan usaha juga dapat memperlemah kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban dan menyebabkan pemburukan kualitas aset bank yang selanjutnya akan memberikan tekanan terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas bank. “Kami menilai dampak dari pandemi Covid-19 terhadap profil kredit BPD DIY dapat terkelola, didukung oleh produk inti pinjaman konsumen pegawai negeri sipil (PNS) yang mendominasi 56,5 persen dari portofolio kredit bank per 31 September 2020.”

Baca juga: Pefindo Tegaskan Peringkat idAA+ untuk Mandiri Tunas Finance

Pefindo melihat dampak yang sangat terbatas dari pandemi terhadap kualitas aset dari pinjaman PNS, karena pinjaman ini memiliki risiko rendah dari skema pemotongan gaji secara langsung. Segmen ini akan mendukung pendapatan BPD DIY dan menghasilkan arus kas di tengah pandemi, dan dapat menjadi bantalan terhadap potensi penurunan kualitas aset pada segmen kredit produktif, khususnya industri yang sangat terdampak oleh Covid-19 seperti konstruksi, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan. Pefindo menegaskan akan terus memantau dengan seksama dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja bank dan keseluruhan profil kreditnya.

BPD DIY didirikan pada bulan Desember 1961 sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dengan fokus pada provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Per 31 Desember 2020, BPD DIY dimiliki 51,0 persen oleh Pemerintah Provinsi DIY, sedangkan 49,0 persen sisanya dimiliki oleh beberapa pemerintah kota dan kabupaten di DIY. Kegiatan usaha BPD didukung oleh 1.110 karyawan dan jaringan yang terdiri dari 6 kantor cabang, 45 kantor cabang pembantu, dan 152 kantor kas dan titik pembayaran. Aca

Leave a Reply