Refinancing Utang, Bali Towerindo (BALI) Dapat Fasilitas Kredit Rp700 Miliar

Media Asuransi – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) akan me-refinancing sejumlah utang jatuh temponya pada 2021. Untuk refinancing tersebut, perseroan telah menandatangani fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp700 miliar.

Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra, Lily Hidayat, mengatakan bahwa fasilitas kredit Rp700 miliar dari Bank Mandiri tersebut diterbitkan dalam dua term loan, yakni term loan 3 senilai Rp200 miliar dan term loan 4 senilai Rp500 miliar.

“Kami telah melakukan penandatanganan perjanjian fasilitas kredit dengan Bank Mandiri pada 29 Maret 2021. Dalam dua fasilitas term loan tersebut, pada term loan 3 memiliki jangka waktu 77 bulan sejak tanggal penandatangan perjanjian kredit. Sedangkan term loan 4 berjangka waktu 60 bulan. Kedua fasilitas kredit tersebut sudah termasuk availability period selama 1 bulan,” kata Lily dikutip dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin, 5 April 2021.

Baca Juga:

Menurut Lily, fasilitas kredit yang diperoleh perseroan ditujukan untuk meng-cover cash flow gap kegiatan usaha, termasuk diantaranya refinancing fasilitas term loan 15 dan term loan 16 dari PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), serta refinancing pinjaman berjangka dari PT Indonesia Infrastructure Indonesia (IIF).

“Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan telah melakukan berbagai pertimbangan dengan memperhitungkan selisih tingkat suku bunga yang kompetitif bagi perseroan,” katanya.

Selain mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Mandiri, Bali Towerindo Sentra telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) sebesar Rp75 miliar yang terbagi dalam dua fasilitas kredit. Fasilitas pertama yang sudah ditandatangani perseroan adalah pinjaman rekening koran (PRK) sebesar Rp5 miliar dengan jangka waktu 12 bulan sejak  akad kredit, dan fasilitas kredit kedua dalam bentuk limit term loan sebesar Rp70 miliar dengan jangka waktu 60 bulan.

“Fasilitas kredit dengan Bank Victoria International sepenuhnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja agar menunjang kegiatan operasional usaha. Sebagian diantaranya ada yang dialokasikan untuk refinancing utang untuk pembangunan menara telekomunikasi beserta jaringannya dan perangkat FTT beserta jaringannya,” jelasnya.

Kinerja 2020

Sepanjang tahun 2020, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba sebesar 83,38 persen menjadi Rp84,39 miliar dibanding tahun 2019 mencapai Rp46,02 miliar. Seiring dengan catatan laba, perseroan juga mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 26,60 persen menjadi Rp356,12 miliar dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp617,52 miliar.

“Dari sisi beban pokok, pendapatan perseroan meningkat 26,80 persen menjadi Rp356,12 miliar dibandingkan sebelumnya yang tercatat Rp280,84 miliar. Seiring dengan peningkatan yang terjadi, perseroan juga mencatatkan laba bruto sebesar Rp422,76 miliar atau naik 25,57 persen dari semula Rp336,67 miliar. Adapun total aset perseroan tahun 2020 sebesar Rp4,65 triliun naik dari sebelumnya Rp4,14 triliun,” pungkasnya. One