Media Asuransi, JAKARTA – Penetrasi dan pemerataan layanan keuangan digital kini semakin meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Anggota Dewan Juri Top Digital Financial Award (TDFA) 2026 Media Asuransi, Axl Nakata, menggarisbawahi pentingnya melihat demografi serta penggunaan statistik keuangan digital yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa semata.
Pernyataan tersebut disampaikan Axl Nakata saat memberikan sambutan dalam puncak ajang TDFA 2026 Media Asuransi yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam kesempatan berharga ini, Media Asuransi juga untuk pertama kalinya menyelenggarakan ajang penghargaan CFO Award 2026.
|Baca juga: Dewan Juri TDFA Ungkap Tiga Indikator Utama Penilaian Top Digital Financial Award 2026
Axl menjelaskan bahwa statistik keuangan menunjukkan adanya adopsi digital yang signifikan di wilayah luar Jawa. Hal ini menjadi momentum penting bagi institusi keuangan untuk terus meluncurkan ekspansi dan meningkatkan kualitas layanan publik di seluruh pelosok daerah.
“Pengarahan finansial juga mengingat berdasarkan tempat atau demografi dari secara politik. Jadi pemakaian Financial Statistics itu mengatakan baik di Jawa maupun di luar Jawa. Jadi berarti 10 persen dasarnya yang terkena di luar Jawa juga memakai pengarahan digital financial,” ungkap Axl Nakata.
Ia juga menekankan bahwa langkah ekspansi harus dibarengi dengan peningkatan mutu layanan serta penyesuaian strategi pricing yang adaptif terhadap dinamika pasar.
|Baca juga: Ketum DAI: TDFA Dorong Pelaku Industri Asuransi Terus Berinovasi
“Melakukan ekspansi untuk hal-hal yang terbaik, yaitu layanan publik. Terutama yang berbeda adalah harga, di mana berdasarkan perkembangan harga,” tambahnya.
Melalui temuan demografis ini, para pelaku industri keuangan digital diharapkan semakin terdorong untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan, menghadirkan inovasi layanan publik yang terjangkau, serta merata di seluruh wilayah Indonesia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
